Dukung Langkah Menpora Amali, Roy Suryo Minta Penyelidikan Ke Dalam LADI Harus Di Buka
Foto : Roy Suryo

Jakarta, HanTer - Mantan menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, mensuport langkah Menpora Zainudin Amali yang bergerak cepat dengan membuat tim Akselerasi dan Investigasi guna mempercepat penyelsaian sanksi yang dilakukan oleh badan doping dunia (WADA) yang menyebabkan insiden pelarangan dikibarkannya bendera Merah-Putih dalam upacara penghormatan pemenang terhadap tim Thomas Indonesia di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, pada Minggu (17/10/2021) malam WIB lalu.

Dukungan Roy Suryo itu diungkapkannya dalam sebuah program Catatan Demokrasi yang ditayangkan televisi nasional pada Selasa (19/10/2021) malam dengan mengambil tema Piala Thomas: Seleberasi Tanpa Merah-Putih.

"Saya terus terang melihat ini permasalahan yang sebenarnya sangat sepele, tapi akibatnya sangat besar dan sangat merugikan Indonesia terutama bagi adik-adik kita yang telah berjuang di Thomas Cup kemarin, bahkan kedepannya akan berpengaruh juga jika ini tidak ditangani secara cepat dan serius. Saya support pak Menpora yang telah membentuk tim investigasi dan akselerasi ," ucap Roy Suryo.

Adanya masalah di Badan Anti Doping Indoneisa (LADI) yang menyebabkan turunnya sanksi WADA, menurut Roy Suryo lantaran tidak dikasihnya "password" dari kepengurusan yang lama terhadap yang baru.

"Diskusi kita malam ini seperti beberapa bulan yang lalu, passwordnya itu 404 Not Found. Karena pengurus LADI yang baru tidak di kasih password. Ini fakta dan ini nantinya yang harus ditemukan oleh tim bentukan pak Menpora Amali," ucap Roy Suryo.

Mantan politikus itu juga menyebut jika Menteri Amali pun sudah sangat geram, dengan sudah tiga kali ganti kepengurusan dalam setahun, sehingga apa yang terjadi di LADI ini harus dibongkar.

"Penyelidikan ke dalam itu memang harus di buka. Pending matters jangan sampai nanti ketemu lagi-ketemu lagi. Tahun 2017 sudah di buka, waktu itu kita kena sanksi dua bulan. Penting di buka lagi bulan Mei yang lalu, di mana kita hampir juga kena sanksi," pungkasnya.