PP Perbasi Apresiasi Tidak Ada Jual Beli Pemain di PON XX Papua
Foto : Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih (kiri)

Bogor, HanTer - Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) memberikan apresiasi terhadap gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Apresiasi dilontarkan lantaran tidak ada jual-beli pemain dari setiap daerah. "Saya sangat senang di PON (Papua -red) tidak ada jual beli pemain," kata Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih kepada awak media sela Rapat Pleno & Perayaan HUT ke-70 Perbasi di Robinson Cisarua Resort, Bogor, Jumat (22/10/2021).

Danny menambahkan, dari sekitar 200-300 pemain memperkuat tim tanah kelahirannya. "Semua asli putra daerah. Hanya ada satu-dua saja. Jadi semua main dengan daerahnya masing-masing," tuturnya.

Menurutnya, hal tersebut tak lepas lantaran PP Perbasi telah meminta kepada seluruh pemain profesional mereka untuk menjaga komitmen tampil dengan bendera daerahnya masing-masing.

Dengan komitmen tersebut, gelaran bola basket di PON Papua terlihat tampil cukup merata, tanpa didominasi dari Pulau Jawa saja. "Buat Saya bukan hanya bahagia. Dengan begini di luar Jawa bisa berbicara," kata Danny.

"Jadi baru kali ini PON Sulawesi Utara isinya lengkap anak Sulawesi Utara asli. Jawa Tengah juga asli, Jawa Barat juga begitu. Semua enggak ada yang beli," terangnya menambahkan.

Sebagaimana diketahui Dalam PON Papua, DKI Jakarta menyabet medali emas bola basket putra 5v5 diikuti Sulut yang meraih perak dan Jawa Timur memperoleh perunggu.

Sementara di nomor putri 5v5, Jawa Timur membawa pulang medali emas. Sedangkan perak dikalungkan tim Bali dan perunggu diperoleh DKI.