Kemenpora Gelar Sosialisasi DBON di Jakarta
Foto : Plt. Sesmenpora Jonni Mardizal yang didampingi oleh Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Staf Khusus Bidang Pengembangan dan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mahfudin Nigara saat membuka sosialisasi DBON di Jakarta

Jakarta, HanTer - Sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) terus dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi di pentas internasional melalui pembinaan olahraga yang dilakukan.

Lahirnya DBON ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo kepada Menpora Zainuddin Amali pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang ke-37 tahun 2020 lalu, di mana dirinya menginginkan tata kelola pembinaan atlet di-review total.

Sosialisasi DBON kali ini berlangsung di Ballroom InterContinental Hotel, Jakarta, Rabu (10/11/2021), di mana Ibu Kota merupakan salah satu provinsi yang masuk dalam sentra pembinaan olahraga nasional.

Plt. Sesmenpora Jonni Mardizal menyampaikan, dasar pertimbangan diterbitkannya DBON ini adalah diperlukannya arah kebijakan pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional jangka panjang secara terintegrasi dan kolaboratif untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam bidang keolahragaan.

“DBON ini terbit tepat pada hari bersejarah bagi insan olahraga yaitu saat Haornas 2021. Desain ini hasil diskusi bersama antara pemerintah pusat, daerah, guru besar, praktisi serta stakeholder olahraga,” kata Jonni dalam sambutannya.

Jonni menegaskan, DBON merupakan dokumen rencana induk yang berisikan arah kebijakan pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional yang dilakukan secara efektif, efisien, unggul, terukur, sistematis, akuntabel, dan berkelanjutan dalam lingkup olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, olahraga prestasi, dan industri olahraga.

“Jadi DBON ini sama-sama kita harap tahun 2045 nanti masyarakat kita aktif berolahraga dan menciptakan masyarakat yang bugar. Serta kita menargetkan Olimpiade dan Paralimpiade kedepan kita bisa berada diperingkat lima besar,” ujar Jonni.

Jonni yakin target dalam DBON ini bisa tercapai, dengan catatan semua pihak terkait bisa bersinergi. Selain itu, juga dilaksanakan secara konsisten. Memajukan perekonomian nasional berbasis olahraga juga masuk dalam target desain ini.

“Desain besar olahraga nasional ini juga terdapat didalamnya 14 cabang olahraga unggulan Olimpiade berdasarkan prestasi dan peluang medali. Sedangkan untuk Paralimpiade ada 5 cabang olahraga,” jelas Jonni.

“Nah, untuk penetapan cabang olahraga unggulan ini tentu sudah melalui tahapan kajian dan pertimbangan. Tentu dalam perjalanannya ada evaluasi seperti degradasi dan promosi. Dengan ini kita harap olahraga kita bisa terus berprestasi,” pungkasnya.