Kejurnas Remaja dan Junior; Titik Cerah Regenerasi Lifter Angkat Besi
Foto : Luluk Diana Tri menjadi salah satu lifter terbaik di Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2021

Bogor, HanTer - Pandemi global Covid-19 menghentikan serta membatasi setiap ruang di lapisan masyarakat. Namun geliat bangkit mulai terlihat. Salah satunya di sektor olahraga. Beragam kejuaraan dan kompetisi kembali menggelora.

Beberapa cabang olahraga mulai menggelar turnamen atau kejuaraan. Termasuk diantaranya dari sektor angkat besi. Cabor seksi yang acap menjadi penyumbang medali Indonesia di pentas Olimpiade, baru saja merampungkan agenda bertajuk Kejuaraan Nasional Angkat Besi Remaja & Junior 2021 di Sentul, Bogor, Rabu (24/11/2021).

Kejurnas memang digelar secara terbatas lantaran masih dalam masa adaptasi kebiasaan baru. Protokol kesehatan ekstra ketat turut dilakukan. Namun di luar itu, Kejurnas tersebut tentu menjadi sebuah oase bagi para lifter muda untuk unjuk kekuatan mereka masing-masing. 

Sebab tak bisa dipungkiri kejurnas di tingkat junior menjadi ajang lifter muda sebagai gerbang menuju pelatnas Kwini. Dimana, sampai saat ini Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) tak henti mencari lifter pelapis untuk melanjutkan generasi saat ini. 

Menurut Tim Pemandu Bakat PB PABSI yang diterjunkan dalam Kejurnas kali ini, Dikdik Jafar Sodik, prestasi yang diraih para lifter peserta Kejurnas sangat di luar prediksi. Beberapa lifter tampil mengesankan. Hal tersebut pun membuka pintu regenerasi lifter dibawah binaan PABSI.

Itu tak lepas setelah kejurnas kali ini, selain mengorbitkan bibit baru yang kelak menggantikan posisi senior mereka di Pelatnas Kwini, juga telah terjadi lima pemecahan Rekornas Nasional (Rekornas). 

Lima Rekornas yang telah dipecahkan di masa Pandemi Covid-19 itu, masing-masing 2 Rekornas Putra Kategori Remaja serta 3 Rekornas Kategori Junior. Dua Rekornas Putra Remaja berhasil dipecahkan lifter asal Lampung, Muhammad Husni di kelas 55 Kg. 

Sedangkan untuk jenis angkatan Clean & Jerk atas-nama M. Ramdhan Notone(Bengkulu) yang diraih pada Kejurnas PPLP, SKO Lampung dari 116 Kg menjadi 126 Kg. Husni juga mampu memecahkan Rekornas Remaja pada Total Angkatan dari 212 Kg menjadi 227 Kg yang dibuat oleh M. Ramdhan Notone pada Kejurnas PPLP, SKO, Lampung. 

Tak hanya itu, Husni yang juga merupakan lifter binaan Padepokan Angkat Besi Gajah Lampung itu juga berhasil memecahkan 2 Rekornas Junior di kelas 55 Kg, yakni untuk angkatan Clean & Jerk dan Total Angkatan atas-nama Andrean Putra Albin yang juga lifter asal Lampung dari 125 Kg menjadi 126 Kg. 

Rekornas ini sebelumnya diukir Andrean Putra Albin di Kejuaraan AJC 2019 di Pyongyang, Korea Utara. Sedangkan di Total Angkatan, M. Husni mencatat angkatan seberat 227 Kg melampui angkatan Andrean Putra Albin seberat 223 Kg di Kejuaraan AJC 2019 , Pyongyang, Korea Utara di 2019.

Kemudian satu Rekornas Junior Putri juga berhasil dipecahkan oleh lifter asal Lampung, Adelia Prasasti di kelas 45 Kg untuk angkatan Clean & Jerk atas-nama lifter Riska Nur Amanda(Kalsel) yang diukir di ajang Popnas Jakarta 2019 dari 85 Kg menjadi 86 Kg.

Pada kelas 55 kg Putra, angkatan Snatch  101 kg lifter asal Lampung berusia 16 tahun itu melampaui angkatan peraih medali perak lifter, Saudi Arabia, Ali Majid  seberat 100 kg. Begitu pula pada angkatan Clean & Jerk seberar 126 kg, ia melampaui  peraih medali emas lifter Mexico, Adolfo seberat 125 kg. 

Total Angkatan, Husni seberat 227 kg juga melampaui peraih medali emas atas Nama Thongsuk 16 thn dari Thailand seberat 223 kg. Selain itu, di kelas 49 kg Putri angkatan Snatch 75 kg lifter Luluk Diana Tri (Jatim) 16 tahun, berhasil melampaui peraih medali emas atas nama Lopez (17 tahun) dari Kolombia seberat 73 kg. 

Pada angkatan Clean & Jerk  88 kg Luluk berhasil menyamai peraih medali perunggu juga atas ama Lopez seberat 88 kg. Juga dalam Total Angkatan seberat 163 kg, Luluk melampaui peraih medali Perunggu, Lopez dari Kolombia seberat 161 Kg.  Alhasil keduanya, yakni Husni dan Luluk dinobatkan sebagai lifter terbaik pada Kejurnas kali ini. 

"Hasil yang telah dicapai M.Husni dan Luluk akan kami evaluasi agar bisa dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan lagi. Mereka perlu pendampingan dan pengawasan yang lebih intens, sehingga ketika mereka ke jenjang usia emas mereka bisa meraihnya," kata Dikdik Jafar Sodik. 

Dikdik berharap hasil dari kejuaraan-kejuaraan level Remaja dan Junior bisa menghasilkan lifter-lifter yang mampu meraih medali di ajang Olimpiade 2024 maupun 2028 bagi Merah Putih.