Takluknya PSG Sinyal Kepergian Pochettino?
Foto : Mauricio Pochettino (ist)

Manchester, HanTer - Paris Saint-Germain (PSG) bisa dikatakan cukup beruntung meski mereka baru saja menelan kekalahan 1-2 ditangan Manchester City ketika keduanya bentrok pada pekan kelima babak penyisihan Grup A Liga Champions di Etihad Stadium, Kamis (25/11/2021).

Mengapa demikian, kekalahan pada akhirnya tak merepotkan mereka untuk baku hantam pada pertandingan terakhir melawan Club Bruges. Pasalnya, mereka telah memastikan tempat ke babak 16 besar dengan status runner-up. Itu tak lepas setelah Club Bruges takluk ditangan RB Leipzig 0-5 pada pekan kelima.

Kekalahan klub asal Belgia membuat mereka dipastikan tersisih dalam upaya melaju ke babak 16 besar. Bahkan Club Bruges terancam finis dengan status sebagai juru kunci. Begitu pun dengan Leipzig. Meski sukses bangkit, peluang klub asal Jerman ke 16 besar juga tertutup lantaran mereka sudah tak mungkin bisa mengejar perolehan poin PSG.

PSG sendiri akan mendampingi Manchester City ke babak 16 besar dengan status sebagai runner-up. Namun di luar itu, kekalahan yang menimpa Les Parisiens, julukan PSG, turut mengindikasikan adanya kejengahan dari seorang Mauricio Pochettino. Pelatih berpaspor Argentina dianggap sudah tak sepenuh hati mengasuh klub asal Paris.

Melihat teka-teki tersebut, Jamie Carragher selaku pundit asal Inggris pun kian memoles dan mendukung agar Pochettino segera angkat kaki dari Les Parisiens. Menurutnya, eks juru taktik Tottenham Hotspurs tengah dalam keadaan risau dengan acap panasnya hubungan Messi-Neymar dengan Mbappe. 

Carragher pun meyakini Pochettino akan hengkang pada akhir musim. Kemana selanjutnya Pochettino berlabuh? Ya, Manchester United sampai saat ini masih menanti kedatanganya. Dan Carragher percaya wacana itu akan menjadi kenyataan di akhir musim. 

"Pochettino harus keluar dari klub itu. Jika dia mendapat kesempatan untuk pergi ke Manchester United, saya rasa dia akan segera pergi esok hari. Sejujurnya, saya akan melakukannya dan itu karena ulah dari tiga bintang mereka (Messi, Mbappe dan Neymar -red)," katanya dikutip CBS Sport, Kamis (25/11/2021).

Di lain sisi, mantan striker timnas Prancis, Thierry Henry turut mengomentari secara menyeluruh ihwal performa PSG yang dianggap tak mempunyai niatan untuk mengejar trofi Liga Champions. Itu diperlihatkan setelah Les Parisiens tampil melempem di Etihad Stadium. 

Padahal, jelas Henry, klub Ibu Kota Prancis itu berhasil mengejutkan tuan rumah setelah Kylan Mbappe membawa PSG unggul pada menit ke-50. Namun pada akhirnya The Citizens, julukan Man City, membalikkan kedudukan menjadi 2-1 melalui Raheem Sterling (63) dan Gabriel Jesus (76).

Menurutnya, ada sebuah kesalahan yang dilakukan sang pelatih, yakni menempatkan tujuh pemain untuk bertahan setelah unggul 1-0. "Jika Anda ingin memenangkan Liga Champions, Anda tidak bisa bertahan dengan tujuh pemain," katanya dikutip Daily Mail.