Konsistensi di 50 Pertandingan, Tuchel Lampaui Catatan Rival
Foto : Thomas Tuchel (ist)

London, HanTer - Akhir Januari 2021 menjadi momentum manis Thomas Tuchel. Dirinya dipercaya menukangi Chelsea untuk menggantikan peranan Frank Lampard. Sejak saat itu, klub asal London mulai memperlihatkan konsistensi berupa peningkatan grafik ketika berada dibawah asuhannya. 

Dan seiring berjalannya waktu, ia berhasil merayakan pertandingan ke-50-nya bersama Chelsea. Hasil berjalan sempurna ketika The Blues, julukan Chelsea, mampu melibas Juventus dengan skor telak 4-0 pada babak penyisihan Grup H Liga Champions di Stamford Bridge, tengah pekan lalu. 

Usut punya usut, rupanya itu menjadi sebuah catatan spesial bagi seorang Tuchel. Pasalnya, kemenangan membuat juru taktik berpaspor Jerman melampaui catatan dua rival yang ada seperti Juergen Klopp maupun Pep Guardiola. 

Dikutip laman Daily Mail, Minggu (28/11/2021), statistik menunjukkan bahwa 50 pertandingan pertamanya telah melampaui rekor komparatif rival mereka seperti Klopp selaku juru taktik Liverpool serta Guardiola yang menukangi Manchester City.

Dikatakan bahwa Tuchel mampu mengantongi kemenangan lebih banyak dan kebobolan yang lebih sedikit dibanding dua pelatih rival dalam mengarungi 50 pertandingan pertamanya.

Statistik mencatat Tuchel mengemas 32 kemenangan, 11 kali imbang dan tujuh kekalahan dari 50 pertandingan pertamanya, dengan 81 gol dan 24 kebobolan, ditambah dua trofi - Liga Champions dan Piala Super UEFA.

Catatan itu tentu lebih baik dibandingkan Guardiola di City (29 menang, 11 seri, 10 kalah, 105 membobol gawang lawan, 56 kebobolan) dan Klopp di Liverpool (23 menang, 16 seri, 11 kalah, 86 cetak gol, 57 kebobolan), dengan 107 poin dibandingkan dengan 98 dan 85 masing-masing.

Kemenangan di kandang dan tandang dari Stamford Bridge dibagi sama rata masing-masing 15, saat mengalahkan City di Wembley di semifinal Piala FA dan di Porto di final Liga Champions musim lalu adalah dua kemenangan yang diperoleh di wilayah netral. 

Memang dari segi mencetak gol Chelsea masih kalah tajam dibanding Liverpool maupun Man City. Akan tetapi  tim Tuchel benar-benar datang ke mereka sendiri dengan statistik pertahanan yang kuat. Mereka hanya kebobolan setengahnya dari dua rival dalam 50 pertandingan pertamanya.

Jika Tuchel bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan performa dan hasil dari 50 pertandingan pertamanya, era dominasi Chelsea musi ini bisa berlanjut serta berpeluang besar meraih trofi juara Premier League pertama dibawah komando sang pelatih.

Tuchel sendiri menerangkan, konsistensinya itu bukan semata lantaran taktik apiknya. Eks pelatih Borussia Dortmund mengatakan, kesemuanya berkat kerja keras dan tujuan yang sama antara tim pelatih dan para pemain. 

"Anda harus memiliki kepercayaan dan keterbukaan dalam tim untuk mengetahui ke mana kami pergi dan ke mana kami menunjukkan kepada tim. Adalah tugas saya untuk memimpin proses seperti ini dan kemudian fokus pada satu atau dua solusi dan membawanya ke para pemain," tegas dia.