Uji Coba Penonton Hadir Terbatas ke Stadion Dilakukan pada Babak 8 Besar Liga 2
Foto : Konferensi pers rencana uji coba penonton hadir ke stadion pada pertandingan 8 besar Liga 2

Jakarta, HanTer - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, memaparkan rencana uji coba kompetisi dengan menghadirkan penonton ke stadion pada pertandingan 8 besar Liga 2 yang berlangsung pada 15 Desember mendatang.

Pemaparan itu dilakukan di media center Kemenpora, usai menggelar rapat dengan Menpora Zainudin Amali pada Senin (6/12/2021). Mochamad Iriawan pun menyampaikan ujicoba ini akan seperti kompetisi pramusim Piala Menpora.

"Uji coba ini seperti menjelang Liga 1 adanya ujicoba pramusim atau Piala Menpora sehingga pas Piala Menpora berhasil berjalan sukses dan lancar kita lakukan pertandingan Liga 1 dan Liga 2," tuturnya saat jumpa pers.

"Sementara kita akan melakukan uji coba secara khusus dalam pertandingan delapan besar di liga 2 di Stadion Pakansari, Bogor dan Stadion Wibawa Mukti Bekasi. Jika ini sukses akan kita lanjutkan di seri 4 dan 5 Liga 1 di Bali," urainya.

"Dalam aturan yang ada memang 25% atau 5.000 penonton, tapi sementara mungkin belum segitu sehingga natinya kita akan melihat bagaimana penerapan dengan penonton didalam stadion didalam situasi pandemi Covid-19 ini," imbuhnya. 

Pria yang akrab disapa  Iwan Bule ini menegaskan, rencana menggelar laga dengan penonton di stadion ini masih bersifat uji coba dan belum dibuka secara umum. “Menurut rencana, kami akan mengundang para suporter dari beberapa klub untuk bisa masuk ke stadion dan akan kami batasi,” ia menjelaskan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, menyebut bahwa rencana ini bakal digelar pada salah satu laga babak delapan besar Liga 2 2021.

Dijadwalkan, uji coba pertandingan dengan penonton ini akan berlangsung di Stadion Pakansari dan Stadion Wibawa Mukti pada 15 Desember 2021.

Simulasi uji coba menggelar pertandingan dengan penonton ini nantinya akan menjadi acuan bagi pihak penyelenggara untuk mematangkan kebijakan selanjutnya.“Tentunya, uji coba yang pertama ini akan menjadi tolok ukur tentang bagaimana ke depannya kami akan menerapkan SOP,” kata Akhmad Hadian Lukita.