Zahra Kapten Timnas Putri Indonesia Si Penakluk Yang Jenius
Foto : Zahra Musdalifah (instagram)

Lapangan hijau Indonesia ternyata tidak hanya milik para lelaki pemberani. Pemain-pemain sepak bola putri Indonesia pun semakin banyak yang bernyali melawan terik matahari menaklukkan rumput lapnga guna mengejar kulit bundar.

Selain Shalika Aurelia yang sudah resmi merumput di klub Eropa, Roma Calcio Femminile (CF), ada  Zahra Musdalifah. Jika Shalika menempati posisi bek, peran Zahra adalah sebagai kapten Tim Nas Putri Indonesia, sehingga saat berlaga lengan sebelah kiri berbalut ban.

Penampilannya yang tomboy, bisa jadi karena bawaaa yang segaris dengan hoby mengolah  kulit bundar sejak SD. Orangtuanya pun mendukung penuh  kegemaran anaknya sejak kecil, meski mungkin bukan seperti anak-anakperempuan lain.

Dukungan orangtuanya juga dibuktikan dengan memasukkan Zahra di Sekolah Sepak Bola (SSB) Madani Meruya, pada usia 7 tahun. Semangatnya menimba ilmu bola mendorongnya untuk mencari ketrampilan dari SSB lain sehingga ia pindah ke SSB Patriot Merah Putih dan bergabung dengan Akademia ASIOP pada tahun 2012.

Empat tahun kemudian pada 2016 kemampuan Zahra mengolah kulit bundar kian moncer. Zahra mampu menjadi topskor Liga Futsal Regional Jakarta. Prestasi demi prestasi seperti tidak berhenti hingga 2018 di panggil tim nasional.  Dalam 18 laga, setidaknya ia mampu mengemas 3 gol. Koleksinya golnya makin baik ketika berada di Klub Persija Jakarta. Dalam 4 laga Zahra sudah bisa mengemas 3 gol.

Padatnya kegiatan latihan dan tanding di lapangan tidak membuat kelahiran Jakarta 4 Aprul 2001 ini lupa pendidikan. Ia pun menggenjot kemampuan otaknya sehingga dalam waktu 10 tahun bisa menamatkan sekolah dari SD hingga SMA melalui jalur kelas akselerasi. Kemampuannya mengejar pendidikan itulah akhirnya banyak orang yang menyebutnya sebagai pemain bola putri yang genius.

Apalagi gadis berparas ayu dengan tinggi badan 160 cm itu kini masih mengejar cita-cita menjadi sarjana komunikasi. Untuk itu, sampai saat ini ia masih tercatat sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.(us)