Dicari ‘Boneka Baru’ pro-Oligarki dan pro-Beijing, Tapi Rugikan Rakyat Indonesia 
Foto :

Oleh: DR Rizal Ramli

Sejak kemerdekaan Indonesia belum pernah oligarki sangat berkuasa, kecuali sejak Jokowi ! Tidak pada masa Bung Karno, Soeharto, Habibie, Gus Dur dan Megawati — mereka berpengaruh dalam bidang ekoboni, bisa lobi tapi tidak bisa mengatur-atur kebijakan negara. 

Buat oligarki keuntungan finansial dari proyek relatif kecil dibandingkan keuntungan dari perubahan-perubahan kebijakan yang menguntungkan oligarki. 

Misalnya perpanjangan konsesi pertambangan 20 tahun, dari UU Minerba di Omnibus Law bernilai ratusan milyar dollar, potensi penghapusan royalti batubara, kerugian kesejahteraan buruh di UU Omnibus dsb.

Oligarki berhasil memperkaya dirinya puluhan kali jika yang berkuasa bisa diatur kebijakannya. Apalagi didukung sistem otoriter, UU ITE, sehingga kritik terhadap kebijakan bisa diredam.

Itulah mengapa oligarki sibuk mempromosikan calon ‘Boneka Baru” Ganjar Pranowo dengan menyewa PollsteRP, InfluensenRP dan BuzzeRP, juga kampanye media dan persepsi palsu. Semakin heboh semakin mantap, heboh tanpa isi, heboh tanpa keberpihakan kebijakan untuk rakyat, heboh tanpa leadership dan kompetensi, heboh tanpa prestasi kinerja  — calon boneka yang pas untuk melanjutkan kebijakan Pro-Beijing.