Jampidsus: Ada Keterkaitan Kasus Jiwasraya dan Asabri

Zamzam
Jampidsus: Ada Keterkaitan Kasus Jiwasraya dan Asabri
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono

Jakarta, HanTer - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menemui Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di kompleks Kejaksaan Agung guna membahas kelanjutan penanganan perkara dugaan korupsi Asabri, Selasa (22/12/2020).

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono menyebutkan ada informasi keterkaitan pelaku korupsi Asabri dengan Jiwasraya.

"Ada informasi dari Pak Menteri BUMN ada keterkaitan pelaku dengan AJS (Asuransi Jiwasraya)," ujar Jampidsus.

Meski demikian, Kejaksaan Agung masih akan berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk membahas kelanjutan penanganan perkara ini.

"Nanti ada pertemuan dengan Mabes Polri," katanya.

Kasus Asabri bermula dari saham-saham yang menjadi portofolio Asabri berguguran sepanjang 2019. Harga saham perusahaan-perusahaan tersebut turun mencapai lebih dari 90 persen pada tahun tersebut.

Hal ini menyebabkan kondisi kesehatan finansial Asabri turun seperti ditunjukkan oleh nilai risk based capital (RBC) -571,17 persen pada tahun 2019. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meluncur hingga -643,49 persen pada tahun 2020.

Kasus dugaan korupsi di perusahaan asuransi militer pelat merah itu terungkap setelah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD membeberkannya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (10/1).

Mahfud mengatakan nilai korupsi dalam skandal Asabri tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Asuransi Jiwasraya.

"Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp10 triliun," kata Mahfud.

Mahfud MD mengungkapkan ada persamaan modus operandi dalam dugaan korupsi PT Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).