Terdampak Covid, Menteri ESDM Bakal Negosiasi Ulang Proyek Listrik 35 Ribu MW

Arbi/Ant
Terdampak Covid, Menteri ESDM Bakal  Negosiasi Ulang Proyek Listrik 35 Ribu MW
Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan akan melakukan negosiasi ulang proyek pembangkit listrik 35 ribu MW (35 Giga Watt) yang ikut terdampak pandemi COVID-19.

Menteri ESDM Arifin Tasrif  mengatakan pemerintah akan tetap memenuhi komitmen dari megaproyek yang sudah terkontrak.

"Proyek 35 GW yang sudah terkontrak tentu saja komitmen itu harus bisa kita penuhi. Masalahnya sekarang, kita berupaya untuk menegosiasi kembali. Semua pihak terkena dampak COVID-19 ini," kata Menteri ESDM Arifin, Kamis.

Menteri Arifin mengakui permintaan listrik selama pandemi COVID-19 memang turun. Permintaan listrik yang menurun juga berdampak pada penjualan listrik PT PLN (Persero) selama pandemi. Namun ia berharap permintaan pasokan listrik akan pulih pada 2021 ini.

Untuk mendongkrak permintaan pasokan listrik, Menteri Arifin menuturkan pemerintah akan menjalan sejumlah strategi misalnya dengan mendorong penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) baik roda empat maupun roda dua hingga meningkatkan penggunaan kompor listrik.

"Kita juga harus menyempurnakan kita punya transmisi sehingga kita bisa membalas daerah yang kekurangan bisa kita suplai dengan listrik yang ada," kata Menteri ESDM.

Hingga Agustus 2020, realisasi kapasitas beroperasi dari program pembangkit listrik 35 ribu baru mencapai sekitar 24 persen atau sebesar 8.400 MW. Selain megaproyek tersebut, terdapat pula carry over sebesar 7.000 MW dari program sebelumnya. Baik proyek pembangkit 35 ribu MW dan 7.000 MW ditargetkan rampung pada 2023.