Dijual Rp110.00-Rp140.00 Per Kilogram: Harga Cabai Menggila, Kedelai Masih Mahal

Harian Terbit/Alee
Dijual Rp110.00-Rp140.00 Per Kilogram: Harga Cabai Menggila, Kedelai Masih Mahal
Ilustrasi aktivitas di pasar tradisional

Harga cabai, terutama cabai rawit merah menggila. Berdasarkan pantauan harga di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada Senin, harga rata-rata cabai rawit Nasional mencapai Rp78.250/kg. 

Sejumlah provinsi lainnya seperti Kalimantan Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat, bahkan mencapai Rp110.000-Rp111.650/kg. Bahkan di pasar tradisional Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, Sabtu, mengalami kenaikan hingga Rp140.000 dari harga sebelumnya Rp80.000 per kilogram pekan lalu.

Pedagang di Pasar Remu Kota Sorong, Sabtu, menawarkan satu kilogram cabai rawit seharga Rp140.000 atau naik Rp60.000 dari harga sebelumnya Rp80.000 per kilogram pekan lalu.

Mahalnya harga cabai ini diakui Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dan pihaknya tengah merampungkan teknologi penyimpanan barang pokok, salah satunya cabai di Brebes.

"Saya ingatkan memang sampai hari ini belum ada satu teknologi yang bisa diterapkan pemerintah. Karena Indonesia maunya cabainya merah dan segar. Cabai itu mungkin hanya bisa bertahan 30 hari. Ketika paceklik harganya tinggi, ketika panen harga turun jatuh," kata Mendag Muhammad Lutfi dalam konferensi pers secara virtual, Senin, dilansir Antara.

Mendag menilai bahwa dalam satu tahun setidaknya harga cabai mengalami lonjakan enam kali dan harga jatuh saat panen enam kali. Hal itu karena sampai saat ini belum ada teknologi penyimpanan yang mutakhir dapat menyimpan bahan pokok ketika panen raya untuk dijual kembali pada saat harga berpotensi melonjak.

Harga Kedelai

Selain harga cabai, Muhammad Lutfi menyebutkan bahwa harga kedelai di pasaran masih akan menguat sampai akhir Mei 2021 dan diperkirakan baru akan membaik pada Juni 2021.

Seperti diketahui, harga kedelai yang dibeli perajin tahu tempe dari para importir mengalami lonjakan. Berdasarkan data Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), harga kedelai melonjak hingga Rp9.300-9.800 per kg, dari kisaran harga normal Rp6.000-Rp7.000 per kg.

"Kedelai ini harganya akan menguat terus mungkin sampai akhir Mei 2021. Kami baru melihat bahwa harga, karena memang hasil daripada crop di tahun 2021 ini dinyatakan baik dan Brazil akan kembali produksi lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya," kata Mendag Muhammad Lutfi dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Senin.

Lutfi menyampaikan bahwa tingginya permintaan kedelai di pasar global, serta produksi yang menurun menjadi penyebab utama melambungnya harga kedelai.

Gangguan cuaca yang menimpa negara Amerika Latin, seperti Brazil dan Argentina turut berdampak pada produksi kedelai. Selain itu, Argentina juga mengalami aksi mogok kerja di sektor distribusi dan logistik.

Oleh karena itu, tingginya harga kedelai yang turut berdampak pada perajin tahu tempe, kata Lutfi, harus dipahami mengingat 90 persen kedelai Indonesia dipenuhi lewat impor.

#Cabai   #kedelai   #pasar