BPJAMSOSTEK Menara Cairkan Ribuan Klaim Peserta Senilai Rp154 Miliar

Arbi
BPJAMSOSTEK Menara Cairkan Ribuan  Klaim Peserta Senilai Rp154 Miliar

Jakarta, HanTer - Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek telah mencairkan klaim sebesar Rp154 miliar sepanjang tahun 2021 untuk empat program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Pps Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Jakarta Menara Jamsostek, Haryani Rotua Melasari, menyampaikan pembayaran klaim terbanyak dari awal tahun sampai saat ini adalah klaim program Jaminan Hari Tua (JHT).

“Sepanjang tahun 2021 klaim terbanyak kita bayarkan adalah jaminan hari tua dengan jumlah klaim sebanyak 3.610 kasus dengan nominal sebesar Rp147 miliar,” kata Ani, sapaan akrab Haryani Rotua Melasari, Rabu (31/3/2021).

Ia menjelaskan, pembayaran klaim senilai total Rp154 miliar oleh BPJAMSOSTEK sepanjang 2021 mencakup program jaminan sosial ketenagakerjaan, yakni jaminan kecelakaan kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKK) dan Jaminan Pensiun (JP) dengan total kasus dari awal tahun sampai saat ini sebanyak 4.756.

“Klaim tersebut diterima oleh para pekerja baik dari sektor Penerima Upah (PU), Bukan Penerima Upah (BPU), maupun sektor Jasa Konstruksi (Jakon),” katanya.

Ani memastikan, BPJAMSOSTEK terus berkomitmen dan berupaya maksimal meningkatkan kualitas layanan termasuk layanan klaim yang mudah dan cepat. Layanan ini dapat diakses di mana saja dan kapan saja.

Ani menjelaskan proses layanan klaim mudah dan cepat yang telah diterapkan BPJAMSOSTEK sejak akhir Maret 2020 yakni melalui kanal Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) untuk program JHT yang diajukan melalui aplikasi BPJSTKU atau di web lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id.

“Adapun kanal Lapak Asik yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan yaitu Kanal Lapak Asik online, on-site, dan kolektif. Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) ini diharapkan memberikan kemudahan bagi peserta yang akan klaim program JHT. Dengan kemudahan ini kami menghimbau bagi peserta untuk tidak menggunakan jasa pihak ketiga atau calo untuk melakukan klaim,” tutup Ani.