Puluhan Pengemudi Ojol “Ngopi” Bareng BPJAMSOSTEK Jakarta Slipi

Arbi
Puluhan Pengemudi Ojol “Ngopi” Bareng BPJAMSOSTEK Jakarta Slipi
Pengemudi ojek online tampak serius menyimak sosialisasi program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan. (Ist)

Jakarta, HanTer - Pengemudi transportasi online, seperti ojek oline (ojol), termasuk dalam pekerjaan yang berisiko atau rentan mengalami kecelakaan kerja. Untuk itu, perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sangat penting dimiliki, agar setiap pengemudi online tenang dan nyaman dalam bekerja.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Slipi, Suhedi, dalam kegiatan Sosialisasi Program dan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada Pekerja Informal, yaitu pengemudi ojek online, pada Kamis (31/3/2021).  

Kegiatan dengan tema “Ngopi” (Ngobrol Bareng BPJSTK Jakarta Slipi) dan sosialisasi manfaat program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal ini bertempat di Upnormal Coffe Roasters Raden Saleh, Cikini, dihadiri sebanyak 40 orang pengemudi ojek online.

“Para peserta yang hadir antusias mengikuti jalannya acara sambil menikmati sajian menu yang telah di sediakan. Bahkan hingga sesi tanya jawab tidak terasa berlangsung cukup lama karena hampir setiap perwakilan dari pengemudi ojek online mengajukan pertanyaan seputar pengalamannya yang berkaitan dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ucap Suhedi.

Suhedi mengatakan masih banyak driver ojol Gojek yang belum terlindungi jaminan sosial BPJAMSOSTEK. Padahal, angka kecelakaan kerja dari tahun tahun cenderung meningkat. jika tidak jadi peserta BPJAMSOSTEK maka akan mengakibatkan pengeluaran ekstra apabila terjadi risiko kerja. Apalagi, sekarang ini biaya kesehatan dan pengobatan cukup mahal.

Salah satu manfaatnya, jika peserta BPJAMSOSTEK mengalami kecelakaan kerja, maka BPJAMSOSTEK akan menanggung biaya pengobatan sampai sembuh, dan apabila peserta meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan kerja, maka akan mendapat santunan sebesar 48 kali upah yang mereka laporkan.

Iuran BPJAMSOSTEK, kata Suhedi sangat terjangkau, tidak semahal sebungkus rokok. Iuran cukup Rp 16.800 per bulan untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). "Sudah iuran cukup terjangkau, manfaatnya cukup besar dan terus ditingkatkan," lanjutnya.

Menurut Suhedi, kegiatan sosialisasi dan diskusi ini sangat penting untuk dapat dilaksanakan sebagai bentuk perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi segmen pekerja informal dengan memberikan pemahaman mengenai perlindungan atas risiko pekerjaan.

“Sehingga bisa meyakinkan untuk menjadi peserta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, karena risiko sosial ekonomi itu bisa terjadi kepada siapa saja, di mana saja dan terhadap siapa saja,” tutup Suhedi.

#ojek   #bpjamsostek   #gojek   #grab