Tunaikan Zakat Fitrah

-
Tunaikan Zakat Fitrah

UMAT muslim di seluruh dunia selain diwajibkan berpuasa Ramadhan juga menunaikan zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa yang dijalaninya selama sebulan. Perintah menunaikan zakat fitrah bermula pada tahun kedua Hijriah, yakni tahun dimulainya puasa Ramadhan.

Zakat fitrah adalah zakat yang harus ditunaikan bagi seorang muzakki yang telah memiliki kemampuan untuk menunaikannya. Zakat fitrah adalah zakat wajib yang harus dikeluarkan sekali setahun pada bulan Ramadhan, setidaknya sebelum sholat Idul Fitri. Hal tersebut yang menjadi pembeda antara zakat fitrah dengan zakat lainnya.

Para ulama sepakat bahwa zakat fitrah hukumnya wajib untuk membersihkan pahala orang yang berpuasa dari berbagai perbuatan sia- sia dan kesalahan agar pahala puasanya sempurna.

Dari Ibnu Umar, Rasullulah bersabda: “Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah, satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, pada hamba sahaya, orang yang merdeka, lelaki, perempuan, kanak-kanak dan orang dewasa dari kaum muslimin” (HR Bukhari).

Yang dikeluarkan sebagai zakat fitrah adalah yang menjadi makanan pokok penduduk suatu negeri. Karena makanan pokok penduduk di Indonesia adalah beras maka beraslah yang dikeluarkan sebagai zakat fitrah. Makanan pokok untuk zakat fitrah  dapat diganti dengan uang senilai harga 3,5 liter atau 2,5 kg beras dari jenis beras yang biasa dikonsumsi  sehari-hari oleh  para wajib zakat fitrah.

Membayar zakat fitrah bisa dilakukan mulai awal Ramadhan hingga menjelang sholat Iedul Fitri melalui panitia zakat fitrah di masjid atau musholla terdekat atau bisa langsung pada orang-orang yang berhak menerimanya. Kalau memberikan zakat fitrah setelah sholat Ied bukan termasuk zakat fitrah namun sebagai sedekah yang hukumnya sunnah, berarti yang bersangkutan telah meninggalkan kewajiban yang ditetapkan agama. 

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang menunaikan zakat fitra sebelum shalat Id maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat Id maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud).

Menunaikan zakat fitrah diawali dengan membaca niat: "Nawaitu an uhrija zakat fitri anna wa 'an jami'i maa yalzamuni nafqu tuhun syiar a'an far dzolillahi ta'ala". (Saya niat mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya wajibkan memberi nafkah pada mereka secara syari'at, fardhu karena Allah ta'ala). 

Wallohua’lambishshawab.

(Nuchasin M Soleh) 

**Telah tayang di rubrik Renungan pada media cetak Harian Terbit edisi Selasa, 4 Mei 2021.