Manfaat Program RTW, BPJAMSOSTEK Pastikan Pendampingan dan Perawatan Peserta hingga Kembali Bekerja

Arbi
Manfaat Program RTW,  BPJAMSOSTEK Pastikan Pendampingan dan Perawatan Peserta hingga Kembali Bekerja
Direktur PelayananBPJAMSOSTEK Roswita Nila Kurnia didampingi Kakacab BPJAMSOSTEK Jakarta Salemba, M Izaddin saat mengunjungi peserta yang mengalami perawatan akibat kecelakaan kerja. (Ist)

Jakarta, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) mengunjungi salah satu peserta yang mengalami kecelakan kerja dan dirawat di Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Selasa (4/5). 

Kunjungan itu diwakili oleh Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Roswita Nila Kurnia dan didampingi Kepala Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Salemba, M Izaddin serta sejumlah jajaran BPJAMSOSTEK Kanwil DKI Jakarta.

Peserta bernama Indra Yanti Purba ini merupakan peserta BPJAMSOSTEK yang mengalami kecelakaan kerja pada November 2019. Kejadian bermula saat pulang menggunakan sepeda motor, Yanti mengalami kecelakaan motor ganda di dekat tempat tinggalnya. Akibatnya mengalami luka di sekujur tubuhnya, termasuk mengalami patah tulang kaki kanan dan kiri.

"Yang bersangkutan langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat kemudian dirujuk ke RSUD Murjani Sampit. Tenaga kerja sudah mendapatkan pengobatan dan perawatan di RSUD tersebut menggunakan jaminan BPJS Ketenagakerjaan," ujar  M. Izaddin dalam kunjungan itu, Selasa (4/5/2021).

Di RSCM, Indra Yanti menjalani operasi ulang pasang pen luar kanan dan kiri karena dari pemasangan sebelumnya ada posisi patahan tulang yang tidak tersambung. Ia juga menjalani cangkok tulang dari tulang pinggul untuk menambal bagian tulang yang hilang.

"Setelah pasang pen dari luar, tenaga kerja akan istirahat selama satu tahun sambil menunggu pertumbuhan tulang," imbuh M. Izaddin.

Izan, sapaan akrab M. Izaddin mengatakan, peserta Indra Yanti mendapatkan perlindungan dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan salah satu manfaatnya adalah return to work (RTW), yaitu bantuan untuk kesiapan kembali bekerja.

Program persiapan itu mencakup pendampingan kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Termasuk sejak peserta menjalani perawatan di rumah sakit sampai peserta tersebut dapat kembali bekerja.

Program RTW diselenggarakan mulai Juli 2015 dan sejak terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 Pasal 49 mengenai dukungan kembali bekerja.

Dijelaskan Izan, manfaat program RTW diberikan kepada pekerja yang mengalami Kecelakaan Kerja atau Penyakit Akibat Kerja dan mendapatkan rekomendasi dari dokter penasehat.

"Kecelakaan kerja baik dari berangkat kerja, pulang kerja, saat di tempat kerja, maupun dinas bekerja,"

Izan menambahkan, selama peserta mengikuti program RTW, maka santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) tetap dibayarkan sampai peserta selesai mengikuti pelatihan kerja.

"Pendampingan dilakukan sejak dari UGD, proses pelayanan kesehatan, rehabilitasi, pelatihan kerja, hingga pendampingan peserta kembali bekerja selama 3 bulan di tempat kerjanya," ungkapnya.

 

 

 

#Bpjamsostek   #rtw   #jkk