Penyesalan Datangnya Kemudian
Foto :

BOLEH jadi suatu ketika seseorang khilaf, alpa, bersalah, keliru, bermaksiat secara sengaja atau tidak melakukan sesuatu yang merugikan diri sendiri atau orang lain, kemudian menyesal.

Penyesalan itu biasanya datangnya kemudian. Penyesalan itu memang harus dituntaskan selama masih di dunia karena menyesali di akhirat tak ada gunanya. Tak ada kata terlambat untuk memohon ampunan dan bertaubat kepada Allah.

Biasanya orang yang menyesali atas perbuatan yang telah dilakukan itu dengan mengucapkan andaikata, seandainya, kalau saja. “Andaika tidak melakukan hal itu mungkin tidak akan berakibat seperti ini” atau perkataan lain yang bernada penyesalan.

Padahal Rasulullah melarang umatnya mengatakan andaikata, seandainya. Dengan mengatakan seandainya seolah telah mengingkari adanya takdir dari Allah yang tak bisa dihindarkan.Diriwayatkan dari Ibnu Umar  beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang pundakku seraya bersabda, “Jadilah – di dunia ini – layaknya orang asing atau pengembara.” 

Lalu Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Jika engkau berada pada waktu sore maka jangan menunggu hingga pagi, dan jika engkau berada pada waktu pagi maka jangan menunggu hingga sore. Manfaatkan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Manfaatkan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Bukhari).

Rasulullah bersabda: Apabila seorang di antara kamu berdoa, maka janganlah dia berkata: Ya Allah! Ampunilah aku jika Engkau sudi. Tetapi bersungguh-sungguhlah dia dalam memohon dan mohonlah perkara-perkara yang besar dan mulia (surga atau pengampunan), karena Allah tidak ada sesuatu pun yang besar bagi-Nya dari apa yang telah dianugrahkan. (HR Muslim).

Allah itu Maha Pengasih daan Maha Penyayang.  Allah itu benar-benar menyayangi hamba-hamba-Nya .Allah berfirman: “Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya.”  QS an-Nahl: 61). 

Wallohu a’lambishshawab

(H Nuchasin M Soleh) 

**Telah tayang di rubrik Renungan pada media cetak Harian Terbit edisi Kamis, 20 Mei 2021