Akhlak yang Buruk
Foto :

BAIK buruk perbuatan manusia bisa tercermin dari akhlaknya, karenanya Allah mengutus Rasulullah seorang yang benar-benar berbudi pekerti agung untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Jika akhlak mulia dapat menambah pahala dan menggugurkan dosa maka akhlak tercela dapat mengurangi bahkan menghapus pahala dan menambah dosa, sehingga di akhirat nanti pahalanya habis dan dosanya bertambah besar.

Orang yang seperti ini oleh Rasulullah disebut dengan muflis atau dalam bahasa kita disebut bangkrut.  Dalam istilah bisnis orang yang bangkrut dari usaha bisnisnya yakni orang yang menderita kerugian dari usaha bisnisnya, modalnya habis bahkan memiliki utang yang banyak.

Dari sinilah kita mengetahui bahwa akhlak yang buruk dapat menghancurkan pahala yang sebenarnya modal utama meraih kebahagiaan di akhirat. Harta, uang, kekayaan yang melimpah, pangkat atau jabatan, kekuasaan yang kuat tidak bisa menolong di akhirat. Pahalanya jadi rusak. Rasulullah  bersabda: “Dan sesungguhnya akhlak tercela merusak amal sholeh sebagaimana cuka merusak madu” (HR Thabrani).

Rasulullah bersabda:”Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya” (Muttafaq ‘alaih). Dari Abu Darda’ bahwa Rasulullah bersabda:” Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seseorang Mukmin pada hari kiamat kelak yakni dari akhlak baik yang melekat pada diri seseorang. Dan Allah membenci orang yang melakukan kekejian lagi suka berkata keji dan kotor” (HR At Tirmidzi).

Dari Abu Hurairah, ia berkata”Rasulullah pernah ditanya mengenai sesuatu yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga. Maka Rasulullah menjawab: ’Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik. Beliau juga ditanya mengenai sesuatu yang paling banyak memasukkan manusia kedalam neraka. Maka Rasulullah menjawab: ’Mulut dan kemaluan’( HR At Tirmidzi). 

Walohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)