Mencari Nafkah
Foto :

BEKERJA yang bermanfaat bagi kehidupan diri dan keluarga merupakan pekerjaan yang terhormat karena para Nabi pun ditengah aktivitas dakwah menyampaikan risalah kebenaran juga bekerja untuk mencari rezeki. 

Bekerja mencari rezeki merupakan keharusan sedangkan menyampaikan kebenaran merupakan kewajiban.

Islam memberikan apresiasi yang sangat tinggi bagi mereka yang bekerja dengan baik karena  bisa menjadikan  ladang amal dan  mendatangkan pahala serta keberkahan jika diniatkan untuk beribadah kepada Allah.

Dari Abu Abdillah, yaitu al-Zubair ibn al-Awwam bahwa Rasulullah bersabda: Sekiranya seseorang di antara kalian mengambil tambang lalu pergi ke gunung, kemudian ia datang kembali dengan membawa seikat kayu bakar di punggungnya, lalu menjualnya, kemudian dengan cara sedemikian itu Allah mencukupkannya, itu lebih baik daripada meminta-minta   kepada orang, bisa jadi ia diberi, dan bisa jadi ia tidak diberi. (HR al-Bukhari, Ibn Majah  dan Ahmad).

Para nabi yang pasti doanya dikabulkan oleh Allah saja tidak malas bekerja  untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. 

Nabi Adam bertani, Nabi Nuh tukang kayu  dan  berdagang, Nabi Musa penggembala kambing, Nabi Ibrahim juga pedagang pakaian,  Nabi Idris seorang penjahit, Nabi Sulaiman membuat kerajinan tangan untuk dijual, Nabi Dawud  pembuat peralatan dari besi, Nabi Zakaria  pengrajin kayu.

Mencari nafkah itu pekerjaan amal shaleh, terhormat dan wajib hukumnya terutama  laki-laki  selama masih mampu dan dapat melakukannya. 

Apapun pekerjaannya selama halal  bukan pekerjaan tercela karena bekerja itu  membangun harga diri , mulia karena  tidak menjadi peminta-minta.  

Rasulullah mengajarkan selama masih memiliki kemampuan hendaklah bekerja walau ibaratnya dalam keadaan kiamat.

"Meskipun Kiamat terjadi, tapi ditangan seorang dari kalian ada cangkokan pohon kurma, maka jika ia masih mampu (sempat) menanamnya sebelum berdiri, maka tanamlah" (H.R. Ahmad).

Menurut Rasulullah bekerja itu  sama nilainya dengan jihad fisabilillah. Motifnya untuk membantu  kedua orangtua, keluarga yang menjadi tanggungannya dan tidak menjadi beban orang lain. 

Rasulullah bersabda:”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang di jalan Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad). 

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)