Bahagia dengan Akhlak
Foto :

ORANG mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Derajat kemanusiaan seseorang dinilai dari kualitas akhlaknya. Bahkan kualitas keimanan seseorang pun diukur dari akhlaknya.

Allah yang menciptakan manusia maka Allah maha mengetahui naluri dan segala macam keinginan dengan segala dimensi fisik dan ruh setiap manusia.  

Seseorang rajin melakukan ibadah tapi boleh jadi belum memberikan jaminan memiliki akhlak yang baik. Seseorang yang berakhlak baik tidak hanya bernilai di mata orang lain, melainkan juga akan bertambah nilainya dalam pandangan Allah kelak diachirat. Janji Allah ini terungkap dalam sebuah pernyataan hadis Nabi: “Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan (amal) seorang mukmin pada hari kiamat, melebihi akhlak yang luhur’ (HR. Al-Tirmidzi).

Seorang Muslim menjadikan akhlaknya sebagai sarana mendekatkan diri pada Allah. Dia mengerjakan itu semua bukan ingin mencari pamrih, pujian, atau kebanggaan. Dengan akhlak yyang baik diharapkan akan mencukupi untuk menjadi bekal pulang ke negeri akhirat.

Agar kita memiliki akhlak yang baik kuncinya dengan meneladani akhlak Rasulullah, karena akhlak beliau adalah Al-Qur’an. Beliau adalah manusia yang memiliki akhlak paling mulia. Beliau adalah penyabar, bukan pemarah, lisannya senantiasa terjaga.

Rasulullah sering didholimi, namun beliau pemaaf, sekalipun terhadap orang y ang mendholiminya. Meski beliau bisa saja membalasnya namun beliau tidak melakukannya. Akhlak Rasulullah itu ibarat pohon yang berbuah. Meski dilempari dengan batu namun pohon  itu membalasnya dengan buah yang matang dan manis enak dimakan. 

Kekayaan yang terbaik menurut Islam adalah akhlak karena menyempurnakan akhlak adalah salah satu tujuan diutusnya Rasulullah di dunia ini. Karena akhlaklah manusia memiliki kedudukan tinggi dan mulia diantara makhluk lainnya.

Akhlak dalam Islam adalah bagian kekayaan batin manusia sedangkan kebutuhan materi adalah bagian dari kekayaan lahiriah manusia yang dapat mengantarkan manusia mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat yang memperoleh  ridha Allah.

Dengan akhlak yang baik (sesuai syariat), kata Rasulullah derajatnya sama dengan orang yang suka tahajud dan berpuasa:”Dengan akhlak yang yang baik, seseorang  bisa mencapai derajat orang yang bangun malam  dan berpuasaa di siang hari”. (HR Abu Dawud). 

Wallohu a’lambishshawab

(H Nuchasin M Soleh)