Memanfaatkan Waktu
Foto :

WAKTU adalah merupakan karunia dan nikmat yang diberikan oleh Allah kepada manusia karena dengan waktu yang tersedia manusia bisa mengisi hidup dan kehidupan, memanfaatkannya untuk keperluan diri, orang lain dan lingkungannya.

Namun dari karunia waktu yang dahsyat itu kebanyakan tak pandai mengelola dengan sebaik-baiknya karena lalai dengan tujuan diciptakannya manusia oleh Allah.

Ungkapan 'al-waqtu huwa al-hayah yang inti artinya adalah  'waktu adalah kehidupan’ merupakan sebuah kata hikmah yang menggambarkan betapa pentingnya waktu bagi  kehidupan  manusia.

Allah Ta’ala telah bersumpah dengan menyebut masa dalam firman-Nya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS al-‘Ashr:1-3 ).

Al-Hasan al-Bashri mengatakan  waktu adalah yang paling mahal dibanding dirham dan dinar.

*Aku telah menemui orang-orang yang sangat bakhil terhadap umurnya daripada terhadap dirham dan dinarnya. Jangan menyia-nyiakan waku karena manusia tidak bisa mengetahui kapan kematian menjemputnya karenanya agar berlomba  memanfaatkan waktu, tidak menunda-nunda waktu untuk beramal kebaikan dalam ketaatan pada-Nya.”

Adapun yang menjadi penyebab manusia gagal dalam menyikapi waktu, karena lalai dengan tujuan Allah Ta’ala menciptakan manusia yakni untuk beribadah mengabdi pada-Nya.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS adz-Dzariyat56).

Dunia  adalah sebagai ladang untuk akhirat tempat   untuk beramal, bukan tempat santai dan main-main.

"Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”   ( QS al-Mukminun/23:115). 

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)