Bekerja dengan Niat Ibadah
Foto :

ISLAM mengajarkan setiap hal yang kita lakukan selama tidak bertentangan dengan syariat agama dapat dijadikan sebagai sarana dengan niatan untuk ibadah.

Niat untuk kebaikan sangat penting dalam melakukan pekerjaan apakah ia seorang guru, seorang karyawan, seorang pekerja profesionaal, seorang  pekerja bangunan, seorang asisten rumah  tangga, seorang pedagang, seorang wiraswasta dan lainnya.

Meski dengan pekerjaannya itu mendapatkan penghasilan atau harta namun semuanya dilandasi niat  untuk beribadah kapada Allah. Dengan awal yang baik in sha Allah akan mendapatkan hasil yang baik dan berkah dalam hidup di dunia dan akhirat.

Pekerjaan yang baik menurut Islam adalah pekerjaan yang dilakukan dengan cara yang baik dan halal.

Selama kita bekerja yang tidak diharamkan menurut Islam dan  senantiasa berpegang pada kejujuran merupakan  perwujudan keimanan seseorang.

Selain itu tawakal, istiqomah mengharapkan ridho dari Allah berapapun yang kita dapatkan  atas pekerjaan yang kita miliki  harus disyukuri, sabar dan tidak pernah berputus asa.  

Diriwayatkan, beberapa orang sahabat melihat seorang pemuda yang rajin bekerja. Mereka mengomentari pemuda tersebut mengapa tidak untuk jihad di jalan Allah. Rasulullah pun spontan menyela komentar beberapa orang sahabat itu.

“Janganlan kamu berkata seperti itu. Jika ia bekerja untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk menafkahi kedua orang-tuanya yang sudah tua, maka ia di jalan Allah. Dan jika ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya, maka ia pun di jalan Allah. Namun jika ia bekerja dalam rangka riya atau berbangga diri, maka ia di jalan setan.” (HR Thabrani, dinilai shahih oleh Al Albani).

Bekerja mencari nafkah pun dapat menghapus dosa, sebagaimana sabda Rasulullah “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah.” (HR. Ahmad).

Wallohu a’lambishshawab.

Nuchasin M Soleh)