Yang Menanam akan Menuai
Foto :

KETIKA kita menanam tananam berarti memberikan kehidupan dan kebaikan terhadap makhluk lain seperti mikroba, ulat, lebah, burung dan manusia. Menanam adalah aktivitas yang bernilai sedekah dapat membahagiakan banyak orang.  

Sedekah itu bukan hanya terhadap sesama manusia, beramal kebaikan terhadap binatang dan makhluk lainnya juga bernilai sedekah. Dari aktivitas menanam terkandung nilai berbagi, empati dan dzikir.  

Disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa semua makhluk itu berdzikir kepada Allah termasuk tanaman.

Dengan demikian, menanam tanaman hakikatnya kita sedang menambah dzikir kepada Allah maka semakin banyak keberkahan yang kita dapatkan dari Allah.

Telah menjadi sunnatullah setiap kebaikan yang dilakukan seseorang akan menuai kemuliaan, sebaliknya setiap keburukan yang dilakukan seseorang akan menuai kerugian dan kesengsaraan.

Kita sering mendengar peribahasa “Siapa yang menanam, dia yang akan menuai.” Maksudnya, jika seseorang menanam kebaikan, maka ia akan menuai kebaikan pula.

Allah senang dengan hamba-Nya yang melakukan kebaikan dan pasti Allah akan memberikian ganjaran kebaikannya di dunia dan akhirat.

Amal kebaikan merupakan awal dari kebahagiaan dan kemuliaan manakala   kebaikan itu diiringi dengan keikhlasan hanya mengharap ridho Allah bukan ingin dipuji orang lain.

Ketika kita berbuat jujur, mudah memaafkan dan rendah hati (tawadhu) terhadap orang lain maka akan menuai berbagai keberkahan dengan bertambahnya kebaikan dan kemuliaan. 

“Sedekah tidak mungkin mengurangi harta. Tidaklah seseorang suka memaafkan, melainkan ia akan semakin mulia. Tidaklah seseorang bersikap tawadhu’ (rendah hati) karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.” (HR.Muslim).

Ketika kita berbuat baik pada orang lain sesungguhnya kebaikan itu untuk diri kita juga.

“Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. BarangsiaKetika kita berbuat baik pada orang lain sesungguhnya kebaikan itu untuk diri kita juga.pa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat.

Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR Muslim).

Wallohu a’lambishshawab.

(Nuchasin M Soleh)