Futur Dalam Beribadah
Foto :

KEIMANAN seseorang ada kalanya pasang surut, naik turun karena dihinggapi penyakit futur. Futur adalah penyakit hati yakni datangnya rasa malas, lemah bahkan berhenti sama sekali tidak melakukan amalan padahal sebelumnya rajin dan taat dalam beribadah dan beramal kebaikan.

Sebelumnya rajin berpuasa sunnah Senin Kamis, mengikuti majelis taklim, rajin sholat berjamaah di masjid, namun suatu saat berubah. Ibadah dan amal kebaikannya menurun bahkan nyaris hilang.

Rasulullah bersabda : “Setiap amal perbuatan itu memiliki puncak semangatnya, dan setiap semangat memiliki rasa futur.” (HR.Ahmad).

Penyebab futur bisa terjadi karena lemahnya iman, kurang memahami kaidah agamanya, hilang keikhlasan dalam beribadah, selanjutnya cenderung berubah lebih menyukai dunia ketimbang akhirat.

Untuk mengatasi futur harus ada upaya antara lain dengan kembali membangkitkan keikhlasan dan kesabaran dalam setiap amal kebaikan karena Allah semata.  

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang beribadah kepada Tuhan mereka di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini......” (QS. Al Kahfi: 28).

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: "Sungguh agama itu mudah. Tidaklah seseorang memberat-beratkan agama melainkan agama itu akan mengalahkannya. Maka bersikap luruslah kalian, lakukanlah yang sederhana saja, bergembiralah dan mohonlah pertolongan baik di pagi hari, sore hari ataupun di sebagian waktu malam” (HR Bukhari).

Tidak ada waktu terlambat untuk mengatasi futur dan memulai semangat bekerja kembali meski dilakukan secara bertahap namun kontinu. 

"Dialah Yang menjadikan bumi ini mudah bagi kamu, maka  berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezekiNya…..." (QS. Al-Mulk: 15) .

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)