Ketika Telah Ada Mukjizat Itu
Foto :

PARA Rasul diberikan mukjizat sebagai karunia dari Allah yang dapat memperlihatkan petunjuk tentang kebenaran untuk membuktikan kekuasaan Allah diatas segala-galanya, diatas segala kemampuan dan akal pikiran manusia.

Al Qur’an merupakan Kalamullah (perkataan Allah) sebagai penuntun kepada umat manusia dan alam semesta yang diwahyukan  kepada Rasulullah Muhammad melalui malaikat untuk disampaikan kepada  umat manusia.

Sedangkan para malaikat tidak diberikan Al Qur’an sebagai penuntunnya karena malaikat hanya  bertugas melaksannakan perintah-Nya.

Mukjizat itu akan kekal sebagai mukjizat karena sifatnya yang luar biasa dapat menundukkan atas semua kekuasaan manusia meski dengan ilmu pengetahuan yang setinggi-tingginya karena kemampuan manusia terbatas.

Allah memberikan mukjizat kepada Nabi Musa dengan tongkatnya yang dapat membelah laut Merah untuk menyelamatkan Nabi Musa dan tentaranya yang dikejar oleh Fir’aun bersama tentaranya sehingga Fira’un dan  tentaranya musnah ditelan air laut.

Al Qur’an merupakan mukjizat yang diwahyukan oleh Allah  Azza wa Jalla melalui malaikat kepada Rasulullah Muhammad  sebagai petunjuk dan pedoman hidup dan kehidupan umat manusia didunia dan akhirat.

Membaca dan mempelajari Al Qur’an memiliki kelebihan. Allah SWT memberi ganjaran pahala berlipat ganda dari setiap huruf yang dibaca sekalipun tidak memahami maknanya apalagi memahami maknanya.  

Rasulullah bersabda:”Sebaik-baik kamu ialah orang yang mempelajari AlQur’an dan mengajarkannya” (HR Bukhari).

Memang menjadi kewajiban kita untuk berusaha memahami Al Qur’an secara menyeluruh. Boleh jadi kita masih berada ditepi laut belum sampai ketengah laut atau kedasarnya.

Wallohu a’lambishshawab

(H Nuchasin M Soleh)