Jujur, Jangan Berdusta
Foto :

BOLEH jadi musibah covid-19 bisa menyebabkan seseorang mengatakan yang tidak sebenarnya atau menyembunyikan hal yang dialami, misalnya seseorang setelah menjalani test covid dinyatakan positif namun dia mengatakan negatif.

Karena terdesak oleh kepentingan yang mendadak dengan berbagai alasan maka hal itu dilakukan agar keinginannya bisa berjalan mulus.

Dengan ketidak terus terangannya justru akan sangat membahayakan dirinya dan orang lain. Dia berfikir bahwa dengan berdusta akan terlepas dari persoalannya padahal sesugguhnya justru menyusahkan dirinya sendiri dan orang lain.

Padahal ketika berterus terang boleh jadi akan membawa kebaikan sehingga orang lain menjadi lebih waspada bisa  terselamatkan dari musibah.

Islam mengajarkan agar umatnya selalu mengatakan kebenaran yang sebenarnya kepada orang lain maupun terhadap dirinya sendiri meski bertentangan dengan kepentingan dirinya.

Islam mengajarkan agar tidak mengkhianati diri sendiri dan orang lain tidak hanya dalam perkataan namun juga dalam perbuatan.

Buya Hamka mengatakan, bersikap terus terang menghadapi suatu perkara atau menjawab suatu pertanyaan adalah tanda kekukuhan jiwa yang indah.

Inilah tanda kemerdekaan jiwa, tidak merasa takut kepada siapapun dihadapan manusia dalam menghadapi hidup. Sadar bahwa dia adalah manusia seutuhnya yang tidak lepas dari kekhilafan dan kesesatan jalan. 

Rasulullah bersabda:”Dusta adalah pangkal dari segala dosa” (HR Al Bukhari). 

Berperilaku jujur selain akan mendapatkan pahala untuk akhirat, juga ada balasan di dunia. Orang jujur akan dituntun kepada hal-hal yang baik, mendapatkan rasa kebahagiaan, tenang, damai, disukai banyak teman, lebih percaya diri.

Berdusta bisa dilakukan oleh siapa saja apakah dia pemimpin atau orang biasa. Biasanya ketika pertama kali berdusta dan ternyata selamat atas kedustaannya maka akan diikuti dengan dusta berikutnya. 

Berdusta hukumnya haram karena bisa menimbulkan permusuhan dan bisa menghalangi keakraban dalam pergaulan. Berdusta itu perilaku orang tak beriman.

"Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta” (QS An Nahl:105).

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)