Memutus Tali Silaturahim
Foto :

MEMUTUS tali silaturahim itu sangat merugikan diri sendiri.Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya sebagai bekal di akhirat nanti.

Namun amalan ibadah kita tidak akan diterima oleh Allah karena kesalahan kita melanggaar aturan yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah dan Rasulullah.

Banyak hal penyebab ditolaknya amalan ibadah kita oleh Allah antara lain karena kita memutuskan tali silaturahim.

"Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (silaturahmi)”. (HR Bukhari dan Muslim).

Selain itu memutuskan silaturahim juga dapat menyebabkan putusnya rakhmat dari Allah, “Rahmat tidak akan turun kepada kaum yang padanya terdapat orang yang memutuskan tali silaturahmi” (HR Muslim).

Islam mengajarkan kita untuk senantiasa berbuat baik. Menjalin silaturahim merupakan salah satu cara mewujudkan ukhuwah islamiyah dan berbuat baik  dengan sesama sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan, saling tolong untuk memenuhi kebutuhan  bersama di dunia.

Silaturahim berasal dari kata shilah yang artinya hubungan dan rahim artinya kerabat. Rahim sendiri juga bersal dari Ar Rahmah yang berarti kasih sayang, sehingga sering disebut dengan berkasih sayang atau menjalin kekerabatan pada istilah silaturahim.

Ada hikmah dibalik upaya untuk menyambung tali silaturahim antara lain bisa menambah empati dan menjauhi sikap egois, bisa menghargai dan menghormati orang lain dan mau berbagi ceritera suka dan duka atau saling nasehat-menasehati, berlapang dada dan saling menyayangi.

Rasulullah menyuruh umatnya  untuk bersatu tidak bercerai berai, tidak egois dengan saling menjaga tali silaturahim. Dengan bersilaturahim bisa saling mengenal dan memperluas persaudaraan memperarat persahabatan. 

Islam mengajarkan seluruh aspek kehidupan manusia, mengajarkan adab dan akhlak menghormati yang tua dan menyayangi yang muda, menjaga keharmonisan dalam berinteaksi sosial. Rasulullah mengunjungi saudara, sahabat dekat, orang yang baru dikenal bahkan orang yang membencinya pun Rasulullah menjenguknya. Rasulullah juga mengunjungi ummatnya yang miskin sambil membawa hadiah atau makanan.

Rasulullah bersilaturahim dengan orang yang pernah mengunjungi beliau, rasulullah juga sering memberikan hadiah kepada orang lain atau sahabatnya yang pernah memberikan hadiah  kepaada Rasulullah.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)