Saling Menasehati
Foto :

SALING menasehati tentang kebenaran itu sangat penting untuk  dapat bangkit menghadapi rintangan yang beragam seperti hawa nafsu, logika  kemaslahatan, kondisi masing-masing lingkungan dan lainnya.’’ 

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar  dalam  kerugian, kecuali orang  orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya  menetapi kesabaran’ (QS AL  Ash:1-3).

Saling menasehati adalah peringatan, support perbaikan, merasakan dekatnya tujuan dan persaudaraan untuk mengemban tanggungjawab dan amanah.

Saling  menasehati dalam kesabaran  terutama dengan sesama akidah akan saling mengokohkan, kasih sayang, dan saling mempercayai karena sesama muslim adalah  bersaudara.

‘Aun bin Abdullah bin Mas’ud Al Hadzali salah seorang generasi Tabi’in, qari dan ahli ibadah memberikan nasehat kepada anaknya tentang koreksi diri:  “Anakku, jadilah engkau termasuk orang-orang yang menjauh dari orang yang dijauhi keyakinan dan kesucian dan termasuk orang-orang yang  mendekat kepada orang yang didekati sifat lemah lembut dan penyayang."

Ia menjauh dari orang yang dijauhi keyakinan dan kesucian bukan karena sombong dan takabur. Ia mendekat kepada orang yang didekati sifat lemah lembut dan penyayang  bukan karena ingin menipunya. Ia mencontoh generasi sebelumnya dan menjadi panutan (imam) bagi generasi sesudahnya.

Jika ia dianggap  suci oleh manusia ia takut apa yang mereka  katakan dan memintakan ampunan untuk mereka atas apa yang tidak  mereka ketahui dan berkatalah bahwa ‘aku lebih tahu tentang diriku daripada  orang lain, dan  Tuhanku lebih tahu tentang diriku dari pada diriku sendiri’.

Ia mengangap dirinya lamban dalam hal beramal dan mengerjakan amal shalih dengan perasaan khawatir. Ia tidak henti-hentinya berdzikir. Pada sore hari, obsesinya ialah bersyukur, menghabiskan malam dengan waspada dan berada di pag ihari  dengan perasaan gembira’’.

Wallohu a’lambishshawab.

H Nuchasin M SolehSoleh)