Ridha Itu Membahagiakan
Foto :

RIDHA adalah sikap menerima dengan senang hati, tenang, berpikir jernih dan positif atas segala kehendak, ketentuan, perintah, larangan, pemberian nikmat dan karunia Allah dengan senantiasa berusaha, dan tidak berputus asa.

Allah memberikan karunia rezeki dengan takaran dan ukuran yang berbeda terhadap manusia dan seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Perolehan rezeki bukan hanya harta, juga kesehatan, keberuntungan dan lainnya dari Allah. Untuk tiap manusia bisa berbeda, meskipun mereka sama-sama telah bekerja dan berusaha. 

Sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah untuk menyembah pada-Nya bagaimanapun juga harus menerima kenyataan yang dihadapi itu.

“Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki . . ." Q.S. an-Nahl [16]: 71).

Rasulullah bersabda:”Beruntunglah orang yang mendapatkan hidayah Islam, rezeki yang mencukupi hidupnya, dan ia pun ridha atas segala ketetapan Allah”. (H.R. Tirmizi).

Dengan demikian manakala kita ridha dengan segala ketetapan Allah memberi pelajaran kepada kita bahwa mengeluh diiringi penyesalan dan angan-angan kosong tentang sesuatu yang telah terjadi, tidak dibenarkan.

Menujrut Imam al Ghazali   ada 4 keridhoan manusia yang dibenarkan yakni  1.Ridha untuk mentaati Allah dan Rasulnya. 2. Ridha terhadap taqdir Allah. 3, Ridha terhadap perintah orang tua. Dan 4, Ridha terhadap peraturan dan undang-undang Negara.

Orang yang berhati ridha pada Allah berlapang dada, kosong hatinya dari dengki, selalu berprasangka baik. Ketika kita ridho dengan apa yang diberikan oleh Allah mendorong  kita untuk bisa bersyukur pada Allah.

Sebaliknya ketika orang tidak bisa ridho pada Allah maka dia termasuk orang-orang yang kufur pada Allah.

Seorang beriman memperoleh sesuatu atas keridhoan Allah akan terasa bahagia sekali. Namun tanpa adanya keridhoan dari Allah maka hidup kita tidak akan ada artinya, tak merasakan kebahagiaan, akan hampa, tidak dapat merasakan atas segala nikmat yang ada di genggamannya.

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)