Jadi Pribadi Hebat
Foto :

PRIBADI seseorang dapat diketahui setelah melihat perjalanan hidupnya dan rekam jejak usahanya. Demikian kata Buya Hamka dalam bukunya “Pribadi Hebat”.

Menurut Buya yang disebut pribadi yakni: 1. Kumpulan sifat dan kelebihan diri ysng menunjukkan kelebihan seseorang  dari pada orang lain sehingga ada manusia besar dan manusia kecil. Ada manusia yang sangat berarti hidupnya dan ada yang tak berarti sama sekali. Kedatangannya tidak menggenapkan dan kepergiannya tidak mengganjilkan.  

2. Kumpulan sifat akal budi, kemauan, cota-cita dan bentuk tubuh. Hal itu menyebabkan harga kemanusiaan seseorang berbeda dengan yhang lain.

Ada kesamaan sifat yang dimiliki manusia yakni tertarik dengan sesuatu yang menyenangkan dan akan menjauhi sesuatu yang tidak menyenangkan atau menjengkelkan.

Hidup itu anugerah dan hanya sekali, betapa ruginya bila tidak bisa   menjadi orang yang bisa bermanfaat bagi orang lain.
 
Rasulullah bersabda:”Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni).

Dari ungkapan itu Rasulullah menunjukkan bahwa seorang muslim dianjurkan untuk menjadi pribadi yang bisa memberi manfaat untuk orang lain. Sesuai dengan konsep Islam bahwa memberi lebih baik daripada meminta atau menerima.

Memberikan manfaatkan kepada orang lain sejatinya untuk kebaikan diri kita sendiri, seperti firman Allah:”Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri….. (QS. Al Isra:7).

Karenanya jika ia seorang hartawan, orang berilmu, orang berpangkat atau memiliki jabatan bukan untuk  dinikmati sendiri, melainkan  untuk kepentingan masyarakat, sehingga kemampuan/potensi hidupnya dapat dinikmati orang lain.

Sebagai makhluk sosial maka manusia butuh pergaulan, bersosialisasi dan berdampingan dengan orang lain. Untuk itu kita perlu memiliki kepribadian menarik agar bisa dicintai atau disayangi orang lain.

Imam Al-Ghazali mengatakan guru sebagai pendidik adalah guru yang cerdas, berakhlakdan sehat fisiknya, sehingga  dapat memiliki berbagai ilmu pengetahuan secara mendalam, dapat menjadi contoh  dan teladan bagi para muridnya dandapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Rasulullah sosok pribadi paling sempurna sebagai seorang pendidik, senantiasa memikirkan muridnya (ummat).

Seorang guru adalah pendidik selain menyampaikan materi pelajaran kepada murid juga membentuk kepribadian murid hingga menjadi murid berkualitas. Dua fungsi guru dia adalah pengajar tapi juga pendidik.

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)