Orang-orang Malas
Foto :

MALAS menjadi penghalang dari banyak sekali kepentingan yang sifatnya duniawi maupun ukhrawi.

Abdullah bin Mas’ud, sahabat Rasulullah mengatakan: “Tak ada yang lebih memberatkan pandangan mataku selain melihat orang yang tidak bekerja untuk dunianya, tidak pula untuk akhiratnya.”

Orang malas itu lebih banyak istirahatnya ketimbang melakukan pekerjaan, ia suka menunda pekerjaan, hanya bersemangat terhadap sesuatu yang sesuai selera nafsunya.

Padahal nafsu cenderung kepada keburukan menyenangi hal-hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Berlawanan dengan rajin dan berkativitas yang penuh kesungguhan  dalam menunaikan hal-hal yang bermanfaat untuk kebaikan.

Urusan dunia sering menyebebabkan orang menjadi malas untuk beribadah. Banyak orang meninggalkan sholat Subuh alasannya bangun kesiangan. Ketika datang waktu Dhuhur malas untuk sholat karena pekerjaan belum selesai, saatnya untuk sholat Ashar masih di tempat pekerjaan berkata nanti saja sholat kalau sampai dirumah. 

Ketika waktu shalat Maghrib masuk masih dalam perjalanan pulang dari tempat pekerjaan hingga tak sempat sholat. Ketika sampai dirumah belum sholat Isya, setelah makan malam dan istirahat akhirnya ketiduran.

Untuk mengusir malas hendaklah benar-benar memahami konsep  pentingnya waktu sebagaimana sabda Rasulullah:“Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah waktu sehatmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu.” (HR. Imam Bukhari).

Jangan menyesal akibat celanya malas. Seorang ahli bijak berkata, “Jika kamu tak turut menanam benih saat orang lain menanamnya, niscaya kamu akan menyesal saat melihat mereka panen.”

Wallohu a’lambishshawab

(Nuchasin M Soleh)