Meraih Ketenangan Batin
Foto :

DALAM keseharian ada kalanya dihadapkan dengan masalah yang membuat stres hati kita terusik, gelisah, batin tidak tenang, sedih, murung, tidak tenang sampai terkadang untuk makan, tidur pun tidak nyaman tidak enak.

Boleh jadi ada yang dengan cara bertapa, minum-minuman keras, dugem, berpesta ria atau melakukan perbuatan maksiat lainnya yang diharapkan mampu memberikan ketenangan batinnya.

Allah berfirman:"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS.Ar Ra’d:28).

Prof. Quraish Shihab mengatakan orang yang  sering-sering menyebut nama Allah hatinya akan tenang.

Ada dua hal agar batin menjadi tenang. Pertama, menghayati sekuat kemampuan tentang sifat-sifat Allah SWT. Kedua, berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah memberikan usaha maksimal.

Banyak sifat-sifat yang dimiliki Allah disebut dalam Al Qur’an, ada ayat yang dinamakan ayat pemelihara, pemberi ketenangan. Allah memberikan ketenangan kepada orang yang menghayati makna-makna ini.

Tidak ada penguasa, tidak ada pengendali, tidak ada pencipta alam raya ini kecuali Allah yang Maha pemberi ketenangan, Allah Yang Maha Hidup dan Allah Yang Memberi Hidup. 

Al Qayyum, Dia yang mengurus seluruh makhluk dengan sempurna, termasuk diri kita tentu saja. Dia juga tidak disentuh oleh kantuk dan tidak pula tidur.

"Jika demikian maka janganlah khawatir karena Dia selalu melihat kita dan bersama kita setiap saat. Bahkan ketika kita tidur nyenyak pun Allah tetap terjaga melihat dan mengetahui kita," kata Prof. Quraish Shihab.

Kegelisahan, kegalauan dalam hati dapat dihalau dengan dzikir mengingat Allah karena sesungguhnya dzikir adalah penghidup hati yang hakiki. Dzikir dengan bertasbih, bertahmid, bertahlil seraya memahami maknanya akan membuat hati menjadi tenang. 

Allah sebenarnya sudah memberikan anugerah ketenangan batin pada manusia hanya tergantung bagaimana kita dapat menjabarkannya, mengetrapkannya. 

Dengan selalu mengingat kebesaran, kasih sayang, anugerah yang demikian banyak pada manusia, hati akan menjadi tenang. Menjadikan Allah sebagai sandaran hidup. 

Allah dapat melakukan apapun, dan menolong hamba-Nya dalam kondisi apapun.

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS Al-Fath:4).

Membaca dan mengkaji Al Qur’an karena didalamnya terdapat berbagai petunjuk, berwudhu dan shalat khusyu adalah bagian dari mengingat Allah.

Berpikiran positif, berkomunikasi dengan orang berakhlak, bersilaturahim, mensyukuri dengan apa yang ada, menyalurkan hobby yang baik dan manfaat,  menulis, beraktifitas produktif dan olahraga akan dapat mempengaruhi suasana hati menjadi tenang.

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)