Cinta Rasulullah
Foto :

MEMPERINGATI Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dimaksudkan untuk mengingatkan bagaimana perjuangan Rasulullah ketika menyampaikan risalah kebenaran Islam.

Kewajiban kita untuk mencintai Rasulullah karena Allah mencintai Rasulullah dan Rasulullah pun mencintai umatnya. 

Cinta pada Allah adalah cinta murni dan mutlak karena iman,  demikian pula cinta kita pada Rasulullah cinta murni dengan  jujur dan ikhlas karena Rasulullah adalah sosok mulia yang tak ada bandingannya didunia ini . 

Mencintai Rasulullah merupakan prinsip dalam iman. Akan semakin dalam cinta kita pada Rasulullah manakala kita lebih dalam mengenal, mengetahui bahkan ingin menghadirkan yang kita cintai dalam fikir dan hati kita.

Kita pelajari perjalanan hidup beliau dalam mengabarkan risalah Islam yang penuh tantangan, gigih melawan ketidak adilan dan kemunafikan. 

Pernah suatu ketika Aisyah isteri Rasulullah ditanya oleh seseorang, "beritahukanlah kepadaku sesuatu yang luar biasa yang pernah engkau lihat pada diri baginda Rasulullah SAW?” 

Aisyah berkata, "segala sesuatu yang ada pada diri beliau adalah luar biasa. Pernah suatu malam beliau datang dan berbaring bersamaku, lalu beliau berkata, ‘sekarang biarkanlah aku beribadah kepada Allaah!’ beliau bangun dari tempat tidurnya, kemudian mengerjakan shalat, beliau langsung menangis bercucuran air mata sehingga membasahi dada beliau. 

Selanjutnya, beliau ruku’ sambil menangis. Ketika sujud pun masih menangis, dan bangun dari sujud pun masih menangis. Tidak henti-hentinya beliau berbuat demikian hingga bilal memberi tahu beliau datangnya waktu shalat shubuh,” jawab Aisyah.

Suatu ketika Rasulullah berkata pada sahabatnya,” Aku ingin sekali bertemu dengan saudara-saudaraku.” Para sahabat bertanya, “Bukankah kami ini adalah saudara-saudaramu?”.

Rasulullah menjawab, “Kalian adalah sahabatku. Tetapi saudara-saudaraku adalah orang-orang yang beriman kepadaku sedangkan mereka belum pernah melihat aku.” ( HR. Ahmad ).

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)