Amal Kebaikan
Foto :

SUNGGUH tak terhitung karunia Allah yang diberikan kepada hamba-Nya sehingga sepantasnyalah kita pandai mensyukurinya. Bersyukur tidak hanya dengan ucapan namun dengan mendatangi amal kebaikan sesuai dengan syariat serta melakukannya dengan ikhlas hanya berharap dan doa untuk mendapatkan ridha Allah.

Ketika kita melakukan amal kebaikan jangan sampai seperti musafir yang membawa bekal air dalam kantong yang bocor dalam perjalanan di gurun pasir. Kita rajin mengumpulkan pahala, namun membiarkan kerusakan yang menyebabkan pahala menjadi hampa sia-sia bagaikan debu yang berterbangan dihempas angin.

Jangan hendaknya pengorbanan pikir, tenaga dan harta yang kita lakukan tak ada dalam timbangan di hari pembalasan. Allah berfirman: “Dan Kami tampakkan apa yang dahulu telah mereka amalkan lalu Kami jadikan ia bagaikan debu yang beterbangan.” (QS. Al-Furqan: 23).

Jangan hendaknya dari banyaknya silaturahim, menolong orang yang terkena musibah, menyantuni dhuafa dan orang tak berpunya atau berbuat  amalan kebaikan lainnya tapi menjadi tak berguna.

Allah Maha Tahu bahwa hamba-Nya itu telah beramal kebaikan, tapi mereka yang beramal kebaikan itu tidak mengakui Allah Ta’ala sebagai Tuhannya dan Nabi Muhammad sebagai Rasul-Nya, mereka menyembah kepada sesembahan lainnya. 

“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu Dia tidak mendapatinya sesuatu apapun.” (QS. An Nuur (24): 39).

Amat disayangkan, ketika seseorang bersemangat melakukan suatu bentuk ibadah, ternyata amalnya tertolak. Karena meskipun maksudnya baik, namun apa yang dilakukan berbeda dengan apa yang dikehendaki oleh Allah.

Sebagai hamba allah melakukan perbuatan ingin mendapatkan pahala namun yang ia lakukan tidak sesuai dengan perintah yang ditetapkan tak sesuai dengan aturan yang diberikan sehingga perbuatannya tak akan diterima.

Allah menghendaki manusia beribadah dengan mengikuti Nabi, sedangkan manusia lebih suka berkreasi dan mencari jalan sendiri.

Rasulullah menyontohkan kita sholat subuh cukup dengan dua rakaat, namun ketika kita ingin menambah biar kelihatannya lebih banyak mendapatkan pahala karena tiga rakaat sholat subuh bukan karena lupa maka tak akan diterima amalan sholat subuh dengan tiga rakaatnya itu.

Nabi bersabda, “Barangsiapa yang beramal dengan suatu amal yang tidak tuntunan dariku maka tertolak.” (HR Muslim).

Wallohu a’lambishshawab

(H Nuchasin M Soleha)