Mendamaikan yang Berselisih
Foto :

ALLAH mewajibkan kita beribadah pada-Nya dengan maksud agar kita menjadi orang yang berakhlak untuk peduli saling menyayangi terhadap sesama dan lingkungannya, sehingga menumbuhkan kedamaian.

Namun karena ego manusia lebih menguasai dirinya maka kepedulian itu bisa memudar, tak acuh  sibuk dengan urusannya masing-masing. Bahkan manakala terjadi perselisihan tidak mau untuk mendamaikannya.

Dalam Islam, upaya mendamaikan hubungan antara dua orang atau kelompok yang berselisih satu dengan lainnya dikenal dengan sebutan ishlah.

Allah berfirman: "Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara......." (QS. Al Hujurat;9-10).

Rasulullah bersabda: “Tidak ada perbuatan yang dilakukan seseorang (setelah amalan wajib) yang lebih baik dari mendamaikan diantara manusia. Dia berkata yang baik dan mengharapkan kebaikan.”

Imam Ja’far As-Shodiq (guru dari Imam Madzhab Maliki dan Hanafi) pernah berkata kepada murid-muridnya, “Maukah kalian aku tunjukkan sedekah yang dicintai Allah dan Rasul-Nya yakni mendamaikan sesama jika mereka berselisih dan mendekatkan mereka jika saling menjauh.”

Dalam kehidupan berumah tangga terkadang terjadi sengketa antara suami dan isteri. Harus ada upaya untuk mendamaikannya biasanya diperlukan pihak ketiga sebagai mediatornya.

"Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah Memberi taufik kepada suami-istri itu.....” (QS.An-Nisa’:35).

Wallohu a’lambishshawab

(H Nuchasin M Soleh)