Pemuda Idaman
Foto :

JAYALAH suatu bangsa yang memiliki pemuda yang patriotik, berilmu, cinta tanah air, beriman dan bertaqwa pada Allah.

Pemuda yang diharapkan adalah pemuda yang tidak menurutkan hawa nafsunya melanggar syariat melainkan pemuda yang  membiasakan dirinya melakukan kebaikan menjauhi keburukan.

Satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia, demikian  Sumpah Pemuda Indonesia yang dicetuskan pada 28 Oktober 1928.

Setiap bangsa pasti mengharapkan generasi muda bisa mengantarkan bagi kejayaan bangsanya.

Namun sungguh memprihatinkan kini  banyak manusia yang berpaling dari kebenaran,  meninggalkan agamanya bukan karena tidak berilmu namun memalingkan wajahnya  dari mengingat Allah Ta’ala cinta keduniaan terbujuk rayuan iblis yang telah bersumpah untuk menjerumuskan manusia dalam  kesesatan.

Di jaman Rasulullah kaum Quraisy dan orang-orang yang tidak menyukai Islam bersatu, saling tolong menolong dalam menghadapi berkembangnya risalah Islam yang dibawa Rasulullah.

Allah mengingatkan, "Adapun orang-orang yang kafir sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (wahai kaum Muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar." (QS Al-Anfaal:73).

Menghadapi itu Rasulullah dan para sahabat menyatukan tekad terutama dikalangan pemuda untuk istiqomah terutama sholat berjamaah, merapatkan barisan dalam ikatan persaudaraan saling mencintai, menghargai bersatu saling melindungi dan saling menyayangi. 
 
Buya Hamka pernah mengatakan hari ini  adalah sejarah untuk masa depan. Perjuangan masa kini sesungguhnya hinggap di bahu para pemuda. Meneruskan tongkat estafet perjuangan generasi sebelum mereka. 

Para pemuda itu haruslah mengusung obor ilmu, guna menerangi kehidupan umat Islam saat ini.  Agar tidak menjerumuskan. Agar menegakkan keadilan dengan ilmu. Bukan belitan hawa nafsu. Pemuda dan Intelektualitas inilah yang akan menentukan jejak langkah kemudian.

Wallohu a’loambishshawab.