Dermawan
Foto :

MEMBERI sesuatu kepada orang lain yang sedang membutuhkan, padahal ia sendiri memerlukannya adalah dermawan yang sesungguhnya karena lebih mementingkan orang lain dari kepentingannya sendiri. 

Rasulullah tidak pernah mengatakan “tidak” ketika ada seseorang meminta sesuatu. Beliau pernah menerima hadiah 90 ribu dirham dari seseorang kemudian uang itu beliau simpan di bawah tikar. Setiap kali ada yang datang meminta kepada Rasulullah tak ada yang pulang dengan tangan hampa. Uang hadiah itu beliau berikan hingga seluruhnya habis dibagi-bagikan. 

Para sahabat Rasulullah selalu beramal di jalan Allah. Bagaimana kedermawanan Abu Bakar, diriwayatkan Abu Daud dan Tirmidzi dari Umar bin Khathab berkata, “Rasulullah memerintahkan kami untuk bersedekah. Pada saat itu aku (Umar) memiliki harta. Lalu aku berkata, ‘Hari ini aku akan dapat mendahului Abu Bakar. Lalu aku datang membawa separuh dari hartaku. Rasulullah bertanya, ‘Tidakkah kau sisakan untuk keluargamu?‘ Aku menjawab,’Aku telah menyisakan sebanyak ini.” 

Kemudian datang Abu Bakar juga membawa harta kekayaannya. Rasulullah bertanya, ‘Apakah kamu sudah menyisakan untuk keluargamu?‘ Abu Bakar menjawab, ‘Saya telah menyisakan Allah dan Rasulullah bagi mereka.’ Aku (Umar) berkata, “Demi Allah, saya tidak bisa mengungguli Abu Bakar sedikitpun.”

Allah berfirman:“.......Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS Al-Baqarah: 272).

Imam al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menerangkan bahwa orang yang masuk neraka bukan hanya orang kafir, melainkan orang-orang yang tidak berhati hati pada hartanya untuk menjadikanya hal yang baik serta bermanfaat kepada sesama, jika salah menggunakan harta yang salah tidak ada bedanya dengan orang kafir.

Rasulullah bersabda:” Ada dua budi pekerti yang dicintai oleh Allah Ta’ala yaitu akhlak yang baik serta kedermawanan. Juga ada dua budi pekerti yang dibenci oleh Allah Ta’ala yaitu akhlak yang buruk  dan bakhil (kikir). 

Rasulullah bersabda, ''Orang yang dermawan (al-sakhi) itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka.

Sedangkan orang yang pelit (al-bakhil) itu jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka. Orang bodoh yang dermawan lebih dicintai Allah ketimbang ahli ibadah yang pelit.'' (HR Al-Tirmidzi dari Abu Hurairah).

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)