Indahnya Jabat Tangan
Foto :

MEMGUcap salam dan berjabat tangan pada sesama muslim sudah diajarkan dan dicontohkan Rasulullah dan para sahabat Rasulullah sejak 14 abad silam.Berjabat tangan dilakukan setelah diawali dengan mengucapkan salam karena mengucapkan salam  juga merupakan doa. 

Rasulullah bersabda:”Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku beritahu dengan sesuatu yang apabila kalian lakukan kalian akan saling mencintai? (yaitu) sebarkanlah (ucapkanlah) salam di antara kalian." (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Mengucapkan salam pada orang yang dikenal maupun belum dikenal bukanlah basa-basi. Kata salam berarti selamat, sejahtera, aman, dan sentosa merupakan kata dasar dari kata kerja salima-yaslamu yang masih serumpun dengan kata Islam yang berasal dari kata aslama-yuslimu. 

Rasulullah pernah menegur seseorang tanpa mengucapkan salam saat berkunjung ke rumah beliau. "Kembalilah, dan ucapkanlah salam lebih dahulu dan kemudian tanyakan apa boleh masuk ke dalam rumah." (HR at Turmizi).

Allah berfirman dalam Al Qur’an:”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu, sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya, yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu (selalu) ingat” (QS An-Nur: 27).

Seseorang bertanya kepada Rasulullah:”Ya Rasulullah, jika seseorang dari kami bertemu dengan saudaranya atau temannya apakah harus merunduk-runduk”? Jawab Rasulullah “Tidak”. Tanyanya:” Apakah harus merangkul kemudian menciumnya?’ Jawa Rasulullah;”Tidak”. Tanyanya sekali lagi:” Apakah meraih tangannya kemudian menjabatnya”? Jawab Rasulullah:” Ya”. (HR Muslim).

Dari salah satu hadist menyebutkan apabila para sahabat Rasulullah saling berjumpa maka mereka saling berjabat tangan dan apabila mereka datang dari bepergian mereka saling berpelukan

Berjabat tangan termasuk penyebab terhapusnya dosa. Dari Hudzaifah, ia berkata, Rasulullah bersabda:”Sesungguhnya seorang mukmin apabila berjumpa dengan mukmin lainnya lalu ia mengucapkan salam kepadanya kemudian memegang tangannya dan berjabat tangan, maka berguguran (dihapuskan) dosa mereka sebagaimana daun pohon berguguran “ ( HR Tabrani).

Wallohu a’lambishshawa

(H Nuchasin M Soleh)