Menyalahkan Orang Lain
Foto :

BERLAKU hukum gravitasi, setiap kejadian yang menimpa kita datangnya dari diri kita juga. Kegagalan, rasa sakit hati, kecewa, marah boleh jadi bisa bersumber pada diri sendiri. Keburukan yang terjadi pada diri kita sebenarnya berasal  dari kita sendiri juga.

Banyak orang dengan mudahnya menyalahkan orang lain. Orang yang cocok dengan keinginannya meski tidak lurus dalam beragamanya dialah yang disukai.

Sedangkan meskipun orang tersebut berakhlak baik namun karena berbeda paham dan pendapatnya mengenai sesuatu maka dia tidak disukai dan tercela menurutnya. Menghadapi orang-orang semacam itu harus berhati-hati karena menyimpang dari kebenaran.

Umat Islam diwajibkan menyuruh berbuat yang ma'ruf ketika melihat orang-orang meninggalkannya dan menyalahkan orang yang melakukan kemungkaran.

Seorang mukmin yang bertaqwa tidak akan berkata sembarangan dan tidak mengatakan selain kebenaran. Setiap muslim wajib berbaik sangka kepada kaum muslimin.

Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an: "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.

Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurat: 12).

Sadar atau tidak, sengaja atau tidak kita pernah menyalahkan orang lain. Yang tidak baik manakala suka menyalahkan orang lain menjadi kebiasaan buruk karena seolah ingin menutupi kekurangan atau kesalahan diri sendiri, berujung  menganggap dirinya paling benar dan menjadi sombong.  Padahal perbuatan semacam ini dilarang agama.

Seseorang yang dalam  hidupnya biasa menyalahkan orang lain, akan menutupi siapa dirinya yang sebenarnya. Ia akan menjadi narsis yang selalu berlebihan memandang orang lain salah menganggap dirinya selalu benar.

Manakala ada sesuatu  yang gagal dari tanggungjawab pekerjaannya  maka ia cenderung akan menyalahkan orang lain sebagai penyebabnya.

Agama melarang orang yang mempunyai sifat selalu menyalahkan orang lain.Padahal apabila ia berbuat baik sebenarnya kebaikannya untuk dirinya juga. 

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri….. (QS Al-Isra:7).

Wallohu a’lambishshawab.

+H Nuchasin M Soleh)