Balasan Pemimpin Zalim
Foto :

PARA pelaku kedzaliman mungkin saat ini masih belum terkena azab dari Allah SWT dan merasa bebas melakukan berbagai kezaliman, namun di akhirat siapapun tak akan dapat mengelak.

Rasulullah sangat sayang kepada ummatnya jangan sampai umatnya teraniaya oleh orang-orang atau pemimpin yang zalim.

Doa Rasulullah terhadap pemimpin yang zalim:”Ya Allah, siapa saja yang mengurus urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah ia” (HR Muslim).  

“Sesungguhnya yang aku takutkan atas umatku adalah (berkuasanya) para pemimpin yang menyesatkan.” (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, Ahmad, dan al-Darimi)

Menurut philosof Islam Al Ghazali seorang pemimpin harus dapat menanamkan sifat adil itu kepada segenap bawahan, ajudan dan para pembantunya, harus mampu menjauhkan dirinya dan para pembantunya dari perilaku zalim sekecil apa pun.

Andaikata ia mampu berlaku adil dan menjauhi kezaliman, namun ternyata para ajudan dan pembantunya justru bertindak zalim dan sewenang-wenang, maka ia akan dimintai pertanggungjawaban dan turut menanggung dosa atas perilaku zalim pembantunya, manakala ia hanya mendiamkannya saja.

Tanggungjawab pemimpin termasuk para wakil rakyat di pusat maupun di daerah tidak ringan karena berkewajiban memegang amanah.

Setiap pemimpin termasuk pemimpin rumah tangga, pemimpin kantor atau perusahaan harus dapat memegang amanah tidak bisa berbuat semena-mena apalagi berbuat zalim.  

Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” 

Rasulullah mengingatkan tentang ancaman berupa azab neraka bagi pemimpin mana saja yang melakukan kezaliman. ”Pemimpin mana saja yang dimintai mengurus rakyat, sementara dia menipu rakyatnya maka kelak dia dimasukkan ke dalam neraka” (HR. Ahmad). 

Wallohu a’lambishshawab

(H Nuchasin M Soleh)