Dari Tanah Kembali ke Tanah
Foto :

PERNAHKAH kita merasa diuji oleh Allah? Ketika ditimpa kesusahan kita cenderung mengatakan sedang mendapat cobaan dan ujian dari Allah. da

Jarang kita mengatakan ketika mendapat kelimpahan rezeki, pangkat dan lainnya yang membuat hati menjadi senang dan bahagia itu pun merupakan ujian dan cobaan dari Allah. 

Ada pula ketika mendapatkan kebahagian cenderung mengatakan Allah sayang dan berbaik hati, sedangkan ketika mendapatkan kesusahhan cenderung berprasangka buruk terhadap Allaah.

Sejak dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman dalam perjalanan hidup manusia, ujian dan cobaan yang datangnya dari Allah itu  selalu datang silih berganti menjadi wahana untuk meningkatkan iman dan taqwa.

Allah berfirman: “…..Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS Al-Anbiya’:35).

Kita tak mampu menghindar atau menolak dari ujian dan cobaan tersebut, namun yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup kita jalani.

Al-Qur'an mengajarkan kita untuk berdoa: ".......Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya....."(QS Al Baqarah: 286).

Allah juga berfirman: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS Al Baqarah: 155).

Allah menyebut orang sabarlah yang akan mendapat berita gembira. Biasanya ketika mendapatkan ujian yang tidak menyenangkan berdalih mengatakan “sabar kan ada batasnya..." Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenaran yang ia ciptakan sendiri.

Allah menjelaskan siapa yang dimaksudlan dengan orang sabar: "(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un". (Qs Al Baqarah: 156). Innalillahiwainnailaihirojiun artinya adalah: "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali."   

Kalimat tersebut mengandung pesan dan kesadaran tauhid yang tinggi. Setiap musibah, cobaan dan ujian itu semuanya milik Allah,  berasal dari Allah  dan akan kembali kepada Allah baik diuji atau tidak, dengan suka atau tidak.

Manusia diciptakan oleh Allah  berasal dari tanah akan kembali ke tanah. Ujian apapun datangnya dari Allah, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Allah.

Wallohu a’lambishshawab.

(M Nuchasin M Soleh)