Gugur Menjelang Pernikahan
Foto :

SUNGGUH setianya para sahabat dan orang-orang dijaman Rasulullah kepada Rasulullah. Biasanya seorang wanita apalagi yang berasal dari keluarga bangsawan atau kaya hanya  mau dinikahi oleh pria yang bangsawan dan kaya juga. 

Namun Zulfa puteri seorang bangsawan yang kaya bersedia dinikahi Zahid seorang yang berasal dari keluarga biasa dan hidup pas-pasan karena ada usulan dari Rasulullah.

Zahid adalah seorang pemuda yang taat bibadah. Suatu ketika Rasulullah melihat Zahid (35) sedang berada di Suffah masjid di Madinah.

Zahid gugup ketika Rasulullah mengucapkan salam dan menegurnya. ”Wahai Zahid saudaraku engkau sendiri saja."

Zahid yang kelihatan gugup membalas:”Allah bersamaku ya Rasulullah.”

Rasulullah menanyakan mengapa masih membujang belum menikah. Zahid mengatakan selain miskin juga tidak tampan tak mungkin ada yang mau dinikahinya.

Rasulullah mengatakan asalkan Zahid mau tidak ada yang sulit dilakukan.

Rasulullah pun memerintahkan seorang sahabatnya membuat surat kepada seorang bangsawan kaya di Madinah untuk melamarkan Zahid menikahi Zulfa wanita cantik putri bangsawan itu. Pada awalnya Zahid ragu untuk menuyampaikan surat lamaran itu.

Karena yang memerintahkan Rasulullah maka surat dari Rasulullah itu diantar sendiri oleh Zahid.
Bangsawan itu terkejut ketika membaca surat dari Rasulullah. Bagaimana mungkin anak seorang bangsawan harus menikah dengan anak orang biasa.

Zulfa putri bangsawan itu menanyakan apa yang tengah dipersoalkan ayahnya. Ketika diceritakan kedatangan pemuda itu untuk melamar, maka Zulfa menangis dan menolak karena banyak pemuda tampan dan kaya saja yang ingin menikahinya ditolak.

”Engkau tahu sendiri anakku tidak mau bukan aku menghalanginya bahwa lamaranmu ditolak. Sampaikan masalah ini kepada Rasulullah,” kata bangsawan itu pada Zahid.

Mendengar nama Rasulullah disebut-sebut ayahnya, Zulfa berhenti menangis dan menanyakan hal itu.

"Ini yang melamarmu adalah perintah Rasulullah,” kata ayah Zulfa.  Zulfa pun istighfar dan berkata meminta agar segera dinikahkan dengan pemuda itu.

Zahid kembali menghadap Rasulullah mengatakan lamarannya diterima. Ketika ditanyakan persiapan untuk menikah Zahid hanya menundukkan kepala.

Rasulullah memerintahkan Zahid menghadap Abu Bakar, Ustman dan Abdurrahman Auf, selanjutnya berhasil mengumpulkan uang untuk membeli keperluan mahar pernikahannya.

Suasana berubah, ketika itu kaum kafirin berencana menghancurkan kekuatan Islam. Rasulullah memeritahkan agar kaum muslimin bersiap-siap menghadapinya.

Zahid yang mendengar kabar itu menyatakan akan turut berperang meski para sahabat melarangnya karena akan menikah. Namun Zahid memilih berperang dan kemudian gugur.

Rasulullah mendengar gugurnya Zahid berkata: “Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfa.”

Zulfa menangis mendengar kabar gugurnya Zahid: “Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat.”

Wallohu a’lambishshawab.

(Nuchasin M Soleh)