Kepuasan Dunia Tak Pernah Didapat
Foto :

FILSUF Imam Al Ghazali pernah berkata: Hiduplah sebagaimana semaumu, tetapi ingat, bahwa engkau akan mati. Dan cintailah siapa yang engkau sukai, namun ingat, engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah seperti yang engkau kehendaki, namun ingat, engkau pasti akan menerima balasannya nanti.”

Manusia tak pernah merasa puas dengan apa yang telah dimilikinya. Ketika hati dibiarkan kecintaannya yang semakin kuat terhadap dunia dan melupakan akhirat maka hati akan menjadi sakit tak akan pernah merasa puas dengan takdir dari Allah.

Padahal Allah yang memberikan rezeki dan karunianya kepada siapa yang dia kehendaki, ada yang melimpah, senang, sehat, bahagia dan lainnya namun ada juga  kekurangan, kependeritaan, ujian, cobaan  dan bencana  yang manusia tak dapat mengelakkannya.

Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata, “Kalau rizki itu di tangan Allah, kenapa engkau ikut campur? Kalau Allah sudah menjanjikan ganti yang lebih baik, kenapa engkau bakhil?

Kalau sesungguhnya surga itu benar adanya, kenapa engkau masih beristirahat? Kalau sesungguhnya neraka itu benar adanya, kenapa engkau bermaksiat? Kalau sesungguhnya pertanyaan

Munkar Nankir itu benar adanya, kenapa engkau masih disibukkan oleh aib orang lain? Kalau sesungguhnya dunia ini fana, kenapa engkau tenang di dalamnya?

Kalau sesungguhnya hisab itu benar adanya, kenapa engkau terus mengumpulkan dosa-dosa? Kalau sesungguhnya segala sesuatu terjadi karena qodho dan qodar-Nya, kenapa engkau takut?”

Kiranya usah merasa kurang dengan apa yang didapat apalagi sampai membandingkan dengan orang lain.

Bersyukur itu indah dan membahagiakan karena ketika beryukur kita mengingat akan kebesaran dan kemurahan Allah yang memberikan begitu tak terhingganya nikmat dan karunia pada hamba-Nya.

Dengan mensyukuri yang ada maka Allah niscaya akan menambahkan nikmatnya seperti yang dijanjikan Allah. “....Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambahkan (nikmat) kepadamu....” (QS Ibrahim: 7).

Mensyukuri yang ada. Dari An Nu’man bin Basyir, Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad).

Wallohu a’lambishshawab.

(Nuchasin M Soleh)