Menjadi Pribadi Hebat
Foto :

ULAMA besar Buya Hamka dalam bukunya “Pribadi Hebat” mengatakan tiga perkara yang menjadi kekayaan jiwa manusia yaitu pikiran, perasaan dan kemauan.

Betapa hebatnya pikiran, bagaimaa halusnya perasaan tidak akan terlaksana cita-citanya tanpa adanya kemauan.

Menurut Buya Hamka, selama kemauan sebagai landasan pacu ada pada diri manusia niscaya akan memperoleh yang diinginkannya.

Kesempurnaan pribadi terletak pada kesempurnaan kemauan karena dengan kemauan akan menghadirkan ketabahan, kegigihan dan ketangguhan. 

Setiap insan yang dilahirkan memiliki kecerdasan yang berbeda antara yang satu dengan lainnya. Kecerdasan seseorang itu bukan warisan atau keturunan dari orang tua.

Kecerdasan seseorang itu sesuatu yang dapat diusahakan asalkan ada kemauan diiringi usaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Ibarat sebuah pisau,yang sangat tajam tapi manakala pisau tersebut tidak digunakan atau tidak diasah maka lama kelamaan pisau tersebut akan tumpul dan berkarat. Selain itu manakala pisau itu tak digunakan tak diusahakan akan menjadi barang yang tak bermanfaat.

Namun manakala pisau itu setiap kali di asah kemudian dipakai diusahakan keperuntukannya maka pisau itu menjadi manfaat.

Demikian pula kecerdasan manakala selalu diasah dengan membaca, dan berpikir maka kecerdasan itu akan bermanfaat. Kecerdasan merupakan kemampuan agar kemauan itu dapat diwujudkan.

Setiap kita pasti mempunyai kemauan namun untuk merealisasikannya tidak bisa hanya diam melainkan harus ada upaya atau usaha, namun upaya dan usaha tidak berdaya ketika tak ada kemampuan.

Namun sebesar dan sekuat apapun kemauan dan kemampuan manusia semuanya tergantung atas seizin dan iradah Allah, atas seizin dan kehendak Allah.

Seorang mukmin untuk mencapai cita-cita yang diinginkan, harus senantiasa dalam bimbingan iman sehingga ikhlas menerima qada dan qadar dari Allah agar tidak kecewa, tidak berputus asa dan tidak berprasangka buruk pada Allah manakala belum berhasil yang diinginkan.

Kehendak Allah Yang Esa itulah yang akan berlaku dalam perjalanan hidup manusia.

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)