Membaca, Mendengarkan Al Qur’an
Foto :

AL QUR'AN kalam Allah yang agung,  undang-undang Allah yang kokoh , sebagai mukjizat yang abadi, merupakan sumber hikmah  yang indah, sebagai cahaya mata, pendengaran, akal dan hati, bacaan yang mulia  memberikan kebahagiaan  dan manfaat bagi pembaca maupun yang mendengar , memahami  isi dan mengamalkannya.

Berbagai bidang masalah dalam Al Qur’an tentang akidah, ibadah, tauhid, hikmah, hukum, etika, kepribadian manusia, kisah-kisah, nasihat, ilmu pengetahuan, berita, hidayah dan argumen yang bermanfaat agar manusia tak terjerumus dalam penyesalan.

Dari Abu Umamah al-Bahili, Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah Al Qur’an, maka sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya." Hadis sahih ini diriwayatkan Imam Muslim.

Namun, untuk mendapatkan syafaat Al Qur’an, seseorang harus memiliki kesungguhan hati istiqomah menjadikan Al Qur’an sebagai bacaan utama dan berpegang teguh pada isi kandungannya. 

Allah berfirman:” Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (QS Al A’raf:204).

Meski Rasulullah sendiri yang menerima wahyu Al Qur’an namun beliau sangat senang  mendengarkan bacaan Al Qur’an yang dibaca orang lain. Rasulullah selalu meminta para sahabatnya membacakan Al Qur’an untuk didengarnya.

Suatu ketika Rasulullah di masjid mendengar Abu Musa Al Asy’ari sedang membaca Al Qur’an. Pagi harinya Rasulullah berkata kepada Abu Musa bahwa tadi malam Rasulullah mendengarkan Abu Musa ketika sedang membaca Al Qur’an.

Mendengar ucapan Rasulullah itu, Abu Musa mengatakan seandainya tahu kalau Rasulullah mendengarkan akan dibacakan yang bagus.

Menurut H. Subhan Nur, Lc, M.Ag, Kepala Seksi Pengembangan Metode dan Materi Dakwah Dit. Penerangan Agama Islam Kementerian Agana menjelaskian kelak Al-Qur'an akan menjadi sahabat di akhirat jika kita sudah membersamainya sejak di dunia.

Dengan membaca dan berpegang teguh pada isi kandungannya, niscaya Al-Qur’an akan menjaga kita dengan memberikan syafaat/pertolongan di akhirat kelak.

Untuk mendapatkan syafaat Al-Qur’an, kata H. Subhan Nur , seseorang harus memiliki hati yang terikat kuat dengan Al-Qur’an, menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan utama dan berpegang teguh isi kandungannya.

Tapi jika Al Qur’an hanya dijadikan sebagai penghias dinding, mahar pernikahan, atau pelengkap aksesoris rumah tanpa membacanya dan mengamalkan isi kandungannya, maka Al Qur’an akan menarik pemilik mushaf ke dalam kobaran api neraka.

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)