Ketika Menasihati
Foto :

SEORANG muslim memiliki kewajiban menasehati saudaranya yang  sedang duka, memiliki masalah yang pelik, melakukan perbuatan yang melanggar syariat dan masalah lainnya.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: Kewajiban seorang muslim atas muslim yang lain ada enam.” Lalu ada yang bertanya, “Apa itu ya Rasulullah?”

Maka beliau menjawab, “Apabila kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya; apabila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya; apabila dia meminta nasihat kepadamu maka berilah nasihat kepadanya; apabila dia bersin lalu memuji Allah maka doakanlah dia dengan bacaan yarhamukallah; apabila dia sakit maka jenguklah ia; dan apabila dia meninggal maka iringilah jenazahnya.” (HR. Muslim).

Manakala kita mencintai Rasulullah maka kita wajib mengikuti nasihat Rasulullah.

Ketika menasehati orang lain perlu pemahaman agar yang dinasihati tidak merasa diajari, tidak merasa dimarahi dan yang memberi nasihatnya pun pandai-pandai menata diri tidak merasa dirinya hebat dan menganggap orang yang dinasehati itu bersalah.

Ada etika dalam memberi nasihat agar  yang disampaikan bisa diterima dengan baik.

Ada kalanya nasihat tidak memberikian manfaat tapi sebaliknya malah merasa tersinggung dan sakit hati karena caranya yang tidak benar dalam memberikan nasihat.

“Dan berperingatanlah karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Adz Dzaariyaat 55).

Ada kalanya orang yang memberi nasihat bersikap sebagai orang yang lebih benar, lebih pandai sehingga yang dinasehati merasa tidak nyaman berada pada posisi yang salah, lemah dan bodoh.

Hendaknya dapat diciptakan suasana berada pada posisi yang sama, masih belajar hanya karena niat ikhlas  sehingga nasihatnya bisa efektif.

Menurut Imam Syafii sebaiknya ketika memberikan nasihat pada seseorang hendaklah secara empat mata, agar ketika ada sesuatu yang tidak perlu didengar orang lain bisa lebih terjaga.

Demikian pula dengan hanya empat mata, orang yang diberi nasihat merasa lebih dekat, akrab  mencurahkan isi hatinya pada orang yang memberikan nasihat. 

"Berilah aku nasihat ketika aku sendiri, dan jauhilah nasihat di tengah keramaian karena nasihat di tengah manusia adalah salah satu jenis caci maki yang tidak suka aku dengarkan." kata Imam Syafii.

Wallohu a’lambishshawab

(H Nuchasin M Soleh)