Menyongsong Tahun Baru 2022
Foto :

DALAM hitungan menit tahun 2021 akan berakhir meninggalkan kita disusul tanggal 1 Januari 2022 menandai sebagai datangnya Tahun Baru Masehi 2022.

Datangnya Tahun Baru diharapkan banyak perubahan dalam kehidupan pribadi atau  keluarga, bangsa dan Negara untuk kebaikan dan  kemajuan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Telah menjadi tradisi setiap akhir tahun ditandai dengan berbagai model acara menyongsong Malam Tahun Baru dengan pesta membakar kembang api, petasan, bunyi reamainya terompet dan berbagai acara hiburan dan lainnya yang sebenarnya hanya merupakan kegembiraan sesaat.  

Bahkan dalam merayakannya bisa terjadi mudharatnya lebih banyak dari manfaatnya.

Sebagai upaya terhindar dari hal-hal yang bertsifat hura-hura dalam merayakan pergantian tahun baru lebih baik bila melakukan muhasabah introspeksi tentang perjalanan hidup kita.

Apalagi masih dalam kondisi waspada dengan musibah pandemi covid 19 meski saat ini jauh lebih kondusif kondisinya dibanding tahun lalu. Dengan bermuhasabah akan lebih mudah murah, bisa dilakukan oleh diri sendiri, keluarga atau secara bersama melalui kelompok, masyarakat, majelis taklim dan lainnya. 

Rasulullah bersabda:”Orang yang beruntung adalah orang yang menghisab dirinya serta beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsu serta berangan-angan terhadap Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. Turmudzi).

Bagi umat Islam memiliki kalender sendiri yakni kalender tahun Hijriyah yang ditengarai sejarah penting bagi umat Islam yakni hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi
Kalender Hijriah tahun 1 Hijriyah pertama kali digunakan pada masa pemerintahan Umar bin Khattab dengan menggunakan perhitungan hari berdasarkan orbit bulan pada bumi.

Kalender masehi  atau kalender matahari dihitung dari pk. 00/ pk 12 malam dengan jumlah hari selama satu tahun sekitar 365 hari  sedangkan awal hari tahun Hijriyah dihitung mulai saat terbenamnya matahari sekiktar pk. 6 petang dengan jumlah hari selama satu  tahun 354 atau 355 hari.

Wallohu a’lambishshawab.

(M. Nuchasin M Soleh)