Saking Doa Anak dan Orangtua
Foto :

BERBAHAGIALAH orang tua yang telah mendidik anak-anak mereka menjadi anak yang shalih dan shalihah, yang selalu mendo’akan orang tuanya, membahagiakan dan menjaga nama baik kedua orang tua. 

Anak yang shaleh dan shalihah itu merupakan investasi yang sangat berharga bagi orangtuanya karena orang tuanya memperoleh aliran pahala dari anak-anaknya yang shaleh dan shalihah itu. 

Rasulullah bersabda:”Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.” (HR. Muslim).

Sungguh sangat berbahagianya orang tua yang mendapat derajat dihadapan Allah pada hari kiamat karena adanya doa ampunan yang selalu di sampaikan pada Allah dari anaknya. 

Rasulullah bersabda,:“Sesunguhnya Allah Ta’ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga.

Kemudian dia akan berkata, “Wahai Rabb-ku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku? Maka Allah menjawab, “Hal itu dikarenakan do’a yang dipanjatkan anakmu agar kesalahanmu diampuni.” (HR. Ahmad).

Peran orang tua yang mendidik, mengasuh, memberi nasihat dan motivasi untuk anaknya menjadikan orang tua berpengaruh atas keberhasilan anaknya terutama peran doa dari orangtua terhadap anak-anaknya. Doa orangtua bisa menembus langit, membawa keberkahan karena doanya dikabulkan oleh Allah Ta’ala. 

Rasulullah bersabda :”Ada tiga macam doa yang mustajab, dan tidak ada keraguan di dalamnya. Yaitu: doa orangtua, doa seorang musafir, dan doa orang yg terzalimi” (HR. Bukhari).

Hendaklah orangtua mendoakan kebaikan , jangan sekali-kali terlontar doa buruk terhadap anaknya. Mungkin suatu ketika orangtua kesal dan marah atas kelakukan buruk anaknya sehingga terlontar doa yang buruk terhadap anaknya. Yang ditakutkan doa buruk itu dikabulkan oleh Allah.

Rasulullah bersabda: “Janganlah kalian mendoakan keburukan bagi diri kalian, janganlah kalian mendoakan keburukan bagi anak kalian, tidaklah pada saat yang bertepatan dengan pemberian Allah maka doa itu akan dikabulkan.” (HR. Muslim).

Doa Nabi Ibrahim, “Ya Allah jadikanlah aku dan keturunanku orang-orang yang mendirikan sholat, Ya Allah kabulkanlah doaku”. (QS. Ibrahim: 40) Atau seperti doa Nabi Zakariya, “..... maka  anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”. (QS. Maryam: 5-6). Wallohu a’lambishshawab.

(6²H Nuchasin M Soleh)