Menghitung Dosa
Foto :

PERNAHKAH kita mengingat dan menghitung dosa-dosa yang pernah kita lakukan? Boleh jadi sudah tak terhitung dosa-dosa yang kita lakukan sepanjang usia kita.

Bersihkah hati kita dari sifat-sifat tercela menurut pranata sosial dan larangan agama atau sudahkan kita menjalankan kebaikan yang deperintahkan agama?

Sholat kita masih compang-camping  banyak bolongnya, puasa Ramadhan juga mungkin tak pernah sempurna sebulan, sedekah pun jarang atau bahkan tak pernah meski rezeki yang kita dapatkan sebenarnya ada hak orang lain yang membutuhkan.

Mungkin kita masih suka dengki dan iri pada orang lain yang memiliki keberuntungan, mungkin  kita masih suka menggunjing perkara orang lain. Mungkin juga kita sering menyakitkan hati kedua orangtua kita atau orang lain. Dan banyak lagi dosa yang kita lakukan baik yang sengaja maupun tidak sengaja.

Kalau sudah demikian dan menyadari akan banyaknya dosa-dosa yang kita lakukan maka meneteslah airmata penyesalan, ingin berbuat baik kembali dan memohon ampunan dari Allah.

Mungkin putus asa apakah Allah akan mengampuni dosa kita atau tidak.

Tapi sungguh Allah Maha Pengasih dan Maha Pengayang: "Katakanlah: "Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Az-Zumar:53).

Menelisik diri atau muhasabah dalam bahasa agama perlu kita lakukan karena merupakan perintah Allah:”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18).

Dengan adanya dosa, kita jadi tahu ada yang namanya pahala. Dalam lorong yang gelap kita bisa melihat sebersit cahaya. Dalam gelap kita jadi tahu apa arti sebuah cahaya. Dosa memang harus kita jauhi namun juga harus kita pikirkan keberadaannya.

Umar bin Khaththâb pernah memberikan nasihat, "Hitung-hitunglah (amal) diri kalian sebelum kalian dihitung! Timbanglah (amal) diri kalian sebelum kalian ditimbang! Perhitungan kalian kelak (di akherat) akan lebih ringan dikarenakan telah kalian perhitungkan diri kalian pada hari ini (di dunia). Berhiaslah (persiapkanlah) diri kalian demi menghadapi hari ditampakkannya amal. Pada hari itu kalian dihadapkan (kepada Rabb kalian), tiada sesuatupun dari keadaan kalian yang tersembunyi (bagi Allah).  (HR. At-Tirmidzi).

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)