Memperbaiki Diri
Foto :

SYARI'AT Islam mengajarkan agar kita selalu mengingat kematian karena akan mendekatkan diri atau berserah diri kepada Allah.

Ketika ingat tentang kematian akan mendorong  melakukan introspeksi diri menyiapkan bekal agar menjadi pribadi yang  dicintai Allah SWT, memperbaiki akhlak, kepribadian, mengenali kesalahan dan keburukan yang telah dilakukan.  

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS al Hasyr:18).

Untuk memperbaiki diri perlu adanya niat dan tekad yang kuat dengan istiqomah ingin melakukan perubahan dirinya  mulai dari hal-hal yang kecil secara bertahap kepada hal-hal yang lebih besar.

Mendekatkan diri kepada Allah SWT akan sangat membantu  dalam upaya memperbaiki diri. Dengan mendekatkan diiri kepada Allah SWT akan merasa malu dan takut untuk melakukan perbuatan buruk dan dosa.

Mendekatkan diri semata-mata hanya untuk mendapat ridha dari-Nya  melakukan ibadah shalat, zikir beribadah, rajin membaca Al Qur’an dengan memahami dan mengamalkan kandungan isinya.

Memperbaiki diri berarti menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya, meninggalkan kebiasaan buruk yang sebelumnya sering dilakukan. 

Rasulullah  bersabda dalam Hadits Riwayat Al-Bukhari, "Orang-orang yang berhijrah adalah mereka yang meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT."

Berhijrah di jalan Allah berarti  menyerahkan jiwa sepenuhnya pada setiap masalah keimanan, bisikan hati atau hukum  dari sumber hukum Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah.

Rasulullah bersabda:”Maukah kalian aku beritahukan amalan yang dengannya akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?

Para sahabat menjawab: mau wahai Rasulullah. Beliau bersabda: menyempurnakan wudhu di saat yang sulit, banyak melangkah menuju masjid, dan menunggu sholat setelah sholat, itulah ribath (perjuangan)” (HR.Muslim).

Wallohu a’lambishawab.

(H Nuchasin M Soleh)